Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton
Liga 1 2018

Djanur Akui Persebaya Sulit Keluar Dari Tekanan

Djanur Akui Persebaya Sulit Keluar Dari Tekanan
Minggu, 02 Desember 2018 21:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MEDAN - Klub Persebaya Surabaya digunduli klub PSMS Medan dengan skor 0-4 dalam pertandingan pekan ke-33 LIGA 1 2018 di Stadion Teladan Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 1 Desember 2018. Kekalahan ini menghentikan tren positif Persebaya dalam banyak pertandingan terakhir.

Skuat Persebaya tidak bisa berbuat banyak dalam pertandingan melawan PSMS. Dominasi pertandingan sepenuhnya dikuasai skuat Ayam Kinantan. Bajul Ijo hanya pasrah digelontor empat gol.

"Sangat disayangkan, kami juga tidak mengira akan kalah dengan skor sebesar ini," kata Djanur atau Djadjang Nurdjaman, pelatih Persebaya.

Dari analisis awal yang dilakukan Djanur, kekalahan ini lebih banyak disebabkan para pemainnya lambat panas. Ditambah skuat PSMS bermain dengan perjuangan keras tanpa lelah, mengingat posisinya ada di zona degradasi.

"Kami harus mengakui kalau Persebaya mengalami kesulitan untuk keluar dari tekanan yang dilakukan PSMS," tutur Djanur.

Dengan kekalahan ini ambisi Persebaya untuk merangsek ke posisi lima besar menjadi sulit. Namun yang disyukuri Persebaya adalah mereka tetap aman bertahan di kompetisi kasta tertinggi. ***

wwwwww