Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
22 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
22 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Badminton

Pedagang Minta Fasilitas di Pasar Higienis Pekanbaru Disesuaikan

Pedagang Minta Fasilitas di Pasar Higienis Pekanbaru Disesuaikan
Senin, 03 Desember 2018 17:41 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Meskipun seharusnya Senin ini, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan dipinggiran Jalan Teratai dan sekitarnya sudah dipindahkan ke Pasar Higienis dan Kodim, namun jumlah PKL yang mendaftar hingga sore baru mencapai 120 dari 227 pedagang atau baru setengahnya.

Hal itu disampaikan Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Senin, (3/12/2018).

"Sudah 120 lah, dari 227 PKL yang ada," ujarnya.

Sementara itu, Pasar Higienis sendiri tampaknya masih butuh beberapa perbaikan yang harus dilakukan seperti pemasangan pintu WC, pemasangan lampu dilantai dua, dan keran air yang belum berfungsi.

Selain itu, pedagang juga meminta agar pihak Pemko merobohnkan pagar tembok bagian luar pasar, sehingga pelanggan bisa melihat pedagang dari luar. Selain itu, dia juga meminta dinding yang menjadi los jualan ikan dibobol atau hanya dibangun menjadi pagar rendah saja.

"Kalau tetap seperti ini bangunannya, kita tertutup dari luar. Maunya kalau bisa dinding yang menjadi los jualan ikan dibobol saja, dan pagar tembok yang diluar ini dirobohkan, supaya dari luar orang - orang bisa melihat kedalam," ujar Udin salah satu pedagang. ***

wwwwww