La Nyala Sependapat dengan Ajakan Bupati Bojonegoro Agar Pengusaha Jatim Investasi ke Sektor Peternakan

La Nyala Sependapat dengan Ajakan Bupati Bojonegoro Agar Pengusaha Jatim Investasi ke Sektor Peternakan
Ilustrasi, La Nyalla saat berkurban di Idul Adha. (istimewa)
Rabu, 05 Desember 2018 20:18 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BOJONEGORO - Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti menyambut baik keinginan Pemkab Bojonegoro agar para pengusaha di Jatim melakukan investasi ke sektor pertenakan.

Menurut La Nyalla, ajakan tersebut akan membangun kembali kejayaan Bojonegoro sebagai Kabupaten penghasil produk peternakan terbesar kedua di Jatim.

"Artinya Pemkab Bojonegoro juga pro bisnis dan bagaimanapun hasil akhirnya akan dinikmati rakyat Bojonegoro. Ini adalah sinergitas yang tepat sasaran dalam peningkatan produksi ternak sapi potong, peternak unggas ayam pedaging dan petelur serta bebek," kata La Nyalla, Rabu (5/12/2018) menanggapi keinginan Bupati.

Ia juga berharap, melalui sinergi Pemkab dengan Kadin Jatim akan tercipta kemandirian dan peningkatan jumlah kemitraan ekonomi di kabupaten Bojonegoro. Apalagi dengan melihat besarnya potensi yang ada dan dukungan dari PT. Cheil Jedang Jombang terhadap ketersediaan suplai pakan berkesinambungan dengan teknologi mutakhir.

Sebelumnya, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mengajak pengusaha Jawa Timur untuk berinvestasi di kabupaten Bojonegoro, khususnya di sektor peternakan. Tawaran ini diungkapkan saat pengusaha Jatim yang tergabung dalam organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim melakukan kunjungan dan melakukan Business Gathering dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di Bojonegoro pada hari ini, Rabu (5/12/2018).

Ia mengatakan, Bojonegoro memiliki potensi peternakan yang cukup besar. Bahkan pada tahun 2010, Bojonegoro menjadi kabupaten penyumbang produksi peternakan terbesar kedua di Jatim setelah Jember. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir potensi tersebut kurang mendapat perhatian sehingga produksinya anjlok.

"Untuk itu kami ingin memacunya kembali dengan menambah populasi sapi. Dan kami bertekad bisa mengalahkan Tuban karena potensi peternakan di Bojonegoro sebenarnya jauh lebih besar dibanding Tuban. Kami punya power, kami punya energi," ujar Anna.

Besarnya potensi pengembangan sektor peternakan itu terlihat dari luasnya lahan hijau yang tersedia. Apalagi produksi padi Bojonegoro juga cukup besar, nomor dua terbesar di Jatim. Dari tanaman padi tersebut, juga bisa memproduksi katul yang bisa digunakan untuk pakan ternak, termasuk jerami padi. Selain itu, produksi jagung Bojonegoro juga terbesar ketiga dari tanaman jagung bisa diambil bonggol dan daunnya untuk pakan ternak.

"Kami telah menyiapkan 40 persen lahan pertanian untuk ditanami singkong yang nantinya juga bisa digunakan untuk pakan ternak," tambahnya.

Agar peternak dan investor semakin tertarik untuk mengembangkan peternakan, Pemkab Bojonegoro telah menyiapkan dana insentif desa yang akan digunakan untuk pengembangan peternakan sapi.

"Saya sudah mengumpulkan seluruh Kades di Bojonegoro untuk mensosialisasikan dana insentif desa dengan harapan populasi sapi nantinya bisa dikejar. Kami juga akan melakukan pemantauan secara ketat agar sapi betina tidak disembelih," tambahnya.

Apalagi bibit sapi Bojonegoro sangat bagus. Jenis sapi di Bojonegoro sangat diminati konsumen karena memiliki ciri daging yang padat dan tulang yang kecil.

"Jika populasi sudah menanjak naik, kami sudah menyiapkan pembangunan Rumah Potong Hewan yang modern di tahun 2019. Lahan seluas 2 hektar sudah ada di desa Banjarsari Trucuk ," tandasnya.

Agar distribusi mudah, Pemkab Bojonegoro juga akan menandatangani kerjasama dengan pihak KAI agar kereta barang bisa berhenti di Bojonegoro. "Kalau tidak ada stasiunnya, saya juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan stasiun barang," tegasnya. ***

wwwwww