Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Riau

Bantah Lakukan Perusakan Atribut Demokrat, PDIP: Kami Selalu Diingatkan untuk Tidak Terapkan Politik Brutal

Bantah Lakukan Perusakan Atribut Demokrat, PDIP: Kami Selalu Diingatkan untuk Tidak Terapkan Politik Brutal
Ketua DPD PDIP Provinsi Riau, Rokhmin Dahuri
Minggu, 16 Desember 2018 15:48 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzuhra
PEKANBARU - Ketua DPD PDIP Provinsi Riau, Rokhmin Dahuri menjelaskan, pihaknya bukanlah yang merusak atribut Partai Demokrat di Pekanbaru.

Dikatakan, sesuai dengan arahan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang selalu mengingatkan pengurus dan kader mereka untuk tidak melakukan kekerasan, kebrutalan, dan kecurangan dalam politik.

Karena itu, Rokhmin mengatakan, pelaku perusakan bendera Partai Demokrat di Kota Pekanbaru, Jumat (14/12/2018) malam kemarin bukanlah berasal dari partai berlambang kepala banteng tersebut. 

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut memaparkan, polisi sudah mengamankan pelaku untuk diselidiki lebih jauh. Setelah sebelumnya menyebut nama Budi dari PDIP yang menyuruhnya merusak atribut partai Demokrat.

"Kami sudah telusuri, tidak ada yang namanya Budi dalam kepengurusan dan kader di Riau seperti yang disebutkan pelaku," jelas Rokhmin kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Minggu (16/12/2018).

Politisi asal Jawa Barat ini juga menyayangkan tuduhan perusakan atribut partai tersebut kepada PDIP. Menurutnya, di situasi pesta demokrasi saat ini, setiap tokoh bangsa dan partai politik harus saling meneduhkan suasana.

"Di pesta demokrasi ini harusnya sebagai ajang kebahagiaan. Kami menyayangkan kenapa PDIP yang dituduh," terangnya.

Rokhmin juga berharap, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Ia juga meminta kepolisian Riau mengusut tuntas kasus ini.

"Kami menyayangkan kejadian ini. Tidak bermaksud berburuk sangka, jadi biarkan polisi yang mengusut tuntas," tutupnya. 

Sebelumnya, satu orang terduga pelaku perusakan atribut Partai Demokrat ditangkap dengan inisial HS. Berdasarkan keterangannya, ia menyebut nama Budi dari PDIP sebagai orang yang membayarnya untuk melakukan perusakan. ***

wwwwww