Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton
Liga 1 2018

Bayu Pradana Masih Diselimuti Kesedihan di Tengah Liburan

Bayu Pradana Masih Diselimuti Kesedihan di Tengah Liburan
Minggu, 16 Desember 2018 22:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SEMARANG - Musim yang kelabu menyelimuti Mitra Kukar FC pada LIGA 1 2018 lalu. Bagaimana tidak, Mitra Kukar akhirnya harus angkat kaki alias terdegradasi dari kasta tertinggi. Musim 2019, Naga Mekes akan berlaga di Liga 2.

Kekecewaan akan hasil ini tentunya sangat dirasakan oleh penggawa Mitra Kukar. Bagaimana tidak, selama ini tim yang berkandang di Stadion Aji Imbut, Tenggarong itu dikenal sebagai tim dengan materi pemain yang mumpuni serta dukungan finansial yang kuat pula.

Sebagai kapten tim, Bayu Pradana sudah tentu menjadi salah satu sosok yang paling sedih akan hasil ini. Dan usai kompetisi, Bayu pun memilih untuk mudik ke kampung halamannya di Tengaran, Kabupaten Semarang. 

Mudik ke kampung halaman, saat ada banyak rekan sesama pemain sepak bola memilih untuk ikut laga antar kampung atau tarkam, tidak demikian halnya dengan Bayu. 

"Saat ini saya menikmati liburan kompetisi, meski hati sedih karena Mitra Kukar terdegradasi. Tarkam? Tidak. Saya lebih memilih menjaga kondisi dengan latihan di lapangan dekat rumah," jelas Bayu Pradana.

Bukan tanpa alasan Bayu memilih untuk tidak terjun ke laga tarkam. Resiko cedera yang didapat menjadi pertimbangan terdepan. Dan dia mengaku mencoba menghindarinya. 

Mitra Kukar sendiri harus turun kasta setelah pada klasemen akhir GO-JEK Liga 1 2018 hanya finis di posisi ke -16 dengan 39 poin. ***

wwwwww