Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Riau

Evaluasi BMKG Pusat, Potensi Banjir Masih Tinggi di Riau, Warga Diminta Waspada

Evaluasi BMKG Pusat, Potensi Banjir Masih Tinggi di Riau, Warga Diminta Waspada
Minggu, 16 Desember 2018 15:02 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Peningkatan curah hujan yang terjadi berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi disebagian besar wilayah Indonesia.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama pertengahan Desember 2018, telah terjadi rentetan bencana, antara lain bencana longsor, puting beliung, dan banjir di beberapa lokasi.

Bulan November lalu, tercatat 72 kejadian banjir, 74 bencana longsor, dan 77 kejadian puting beliung.

Deputi Bidang Klimatologi, Drs Herizal mengatakan, bahwa curah hujan tertinggi yang tercatat pada bulan November sebesar 400 mm yang turun dalam sehari di Karang Nunggal, Tasikmalaya. Sementara pada bulan November, akumulasi tertinggi curah hujan mencapai 1.325 mm juga di lokasi yang sama.

''Berdasarkan pemutakhiran data BMKG tanggal 13 Desember 2018, sebanyak 62 persen wilayah Indonesia dinyatakan sudah memasuki musim hujan, relevan dengan prakiraan musim hujan yang sudah diinformasikan sebelumnya,'' kata Herizal, Minggu (16/12/2018).

Terdapat beberapa wilayah mendapatkan curah hujan tinggi (>150 mm/dasarian) yang terjadi di Sumatera Barat, Riau bagian tengah, Jambi bagian barat, Muko-muko, Pekanbaru, Kampar, Kerinci, Belitung, Cilacap, Semarang, Kapuas Hulu, Samarinda, Flores, Sorong, Nabire, dan Mimika.

"Untuk curah hujan kategori rendah (0 - 50 mm/dasarian) masih dialami Sumatera Utara bagian tengah, pesisir utara Jawa Barat, DKI Jakarta, Situbondo, Banyuwangi, sebagian besar Sulawesi Tengah, Bombana, Kolaka, Ambon, Kairatu, dan Merauke," imbuhnya.

Herizal mengutarakan, curah hujan untuk 10 hari ke depan, akumulasi curah hujan sangat tinggi (>150 mm/dasarian) terjadi di bagian barat Sumatera/Pesisir barat mulai Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi bagian barat, Sumatera Selatan bagian barat sampai Bengkulu, Bangka bagian utara, Belitung, Kalimantan Barat bagian barat, Sulawesi Selatan bagian selatan, sebagian Papua sekitar Pegunungan Jayawijaya.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat mewaspadai daerah-daerah yang diprediksi berpotensi curah hujan tinggi , khsusunya di daerah yang rawan banjir di sebagian besar Sumatera, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan sebagian kecil Papua.

"Peta potensi banjir 10-harian yang lebih detail kini sudah disiapkan BMKG bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Dirjen Sumber Daya Air (DJSDA-PU)," ujarnya. ***

Kategori:Olympic, Riau, PON
wwwwww