Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
4
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Riau

Kasus Perusakan Ribuan Bendera di Pekanbaru, Demokrat Klaim Dapatkan Bukti Kuat Adanya Campur Tangan 'Kekuasaan'

Kasus Perusakan Ribuan Bendera di Pekanbaru, Demokrat Klaim Dapatkan Bukti Kuat Adanya Campur Tangan Kekuasaan
SBY memegang bendera Partai Demokrat yang dirobek di Pekanbaru, Sabtu (15/12). (ist)
Minggu, 16 Desember 2018 12:25 WIB
JAKARTA - Ribuan helai bendera dan baliho Partai Demokrat dirusak di Pekanbaru, Jumat (14/12) malam. Pihak Demokrat menduga, ada campur tangan 'kekuasaan' dalam insiden perusakan ribuan atribut partainya tersebut.

Dikutip dari okezone.com, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, pihaknya telah menelusuri beberapa tempat dan lokasi, termasuk mengunjungi sebuah daerah yang diduga tempat bekerja pelaku yang diamankan kemarin.

Setelah melakukan penelusuran, ditemukan informasi bahwa pelaku diduga mendapatkan perintah merusak atribut Demokrat dari 'kekuasaan'. Namun Ferdinand tidak menjelaskan 'kekuasaan' yang dimaksud. 

''Kami menemukan informasi dan bukti bahwa ini kuat dugaan adanya sebuah koordinasi dan perintah dari kekuasaan. Kami juga memiliki sebuah bukti yang sangat kuat yang bisa menjadi petunjuk kuat bahwa ini ada campur tangan kekuasaan,'' kata Ferdinand kepada Okezone, Minggu (16/12/2018).

Namun demikian, Ferdinand belum bisa membuka bukti-bukti tersebut kepada khalayak. ''Ada saatnya nanti,'' tandas dia.

Polisi telah menangkap pelaku yang diduga melakukan perusakan alat Peraga Kampanye (APK) Partai Demokrat (PD) berupa bendera dan baliho saat acara pelantikan pengurus DPC PD se-Provinsi Riau di Pekanbaru.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut, terkait insiden tersebut, polisi menangkap satu orang yang diduga pelaku perusakan, atas nama Heryd Swanto.

''Telah diamankan seorang laki dengan dugaan melakukan tindak pidana pengrusakan terhadap baliho dan bendera partai Politik Demokrat,'' kata Dedi melalui keterangan tertulisnya yang diterima Okezone, Jakarta, Sabtu (15/12).

Dalam penangkapan tersebut, aparat kepolisian mengamankan barang bukti berupa tiang bambu dan kayu sebanyak 4 buah, sobekan baliho dan pisau carter.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Metropolitan, Riau, PON
wwwwww