Puluhan Anggotanya Rusak Rumah Warga, IPW Desak Kapolri Copot Kasat Brimob dan Kapolda Sultra

Puluhan Anggotanya Rusak Rumah Warga, IPW Desak Kapolri Copot Kasat Brimob dan Kapolda Sultra
Ilustrasi. (net)
Senin, 08 April 2019 13:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA – Sekitar 40 orang anggota Brimob Polda Sulawesi Utara (Sultra) tiba-tiba menyerbu salah satu rumah warga di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari pada Minggu (7/4/2019) dini hari ketika penghuninya sedang tertidur lelap.

Belakangan diketahui rumah itu milik Yudahusna (68) yang tinggal bersama delapan orang cucunya. Menurut keterangan saksi, puluhan anggota Brimob berseragam lengkap dan beberapa membawa senjata laras panjang mendatangi rumah sekitar pukul 1.30 WITA dan langsung melempari jendela.

Yudahusna yang terbangun mendengar suara gaduh langsung membangunkan cucunya dan menyuruh mereka diam-diam keluar dari jendela belakang untuk menyelamatkan diri.

Kejadian ini kemudian dikecam oleh Indonesia Police Watch (IPW). "Kami mengecam keras aksi perusakan yang dilakukan 40 anggota Brimob terhadap rumah seorang nenek itu. Apa pun alasannya, aksi ini tidak bisa ditolerir," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Senin (8/4/2019) melalui siaran Persnya.

Pane mengatakan bahwa aksi perdalamusakan itu adalah bentuk arogansi dan premanisme yang luar biasa, yang justru dilakukan aparatur keamanan negara.

"Kasat Brimob dan Kapolda Sultra tidak hanya harus meminta maaf namun juga mengganti semua kerusakan rumah Yudahusna," ujarnya.

Pane menegaskan bahwa aksi itu menjadi teror bagi warga sekitar maupun warga Kendari. Aksi itu menunjukkan bahwa anggota Brimob tidak terkendali dan tidak bisa mengendalikan diri.

"Padahal menjelang Pilpes 2019, Polri selalu mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan, nyatanya justru Polri sendiri yang tidak bisa mengendalikan anggotanya," tandasnya.

Untuk itu IPW mendesak Polri untuk bertindak tegas pada seluruh anggota Brimob pelaku perusakan dan mencopot Kasat Brimob Polda Sultra dan Kapolda Sultra dari jabatannya.

"Kejadian tersebut menunjukkan bahwa Kasat Brimob maupun Kapolda Sultra tidak punya wibawa dan tidak bisa mengendalikan anak buahnya, hingga 40 anggota Brimob itu tanpa rasa salah nekat mengamuk membuat ketakutan masyarakat," tukasnya.

Pane menyebut aksi yang diduga salah sasaran ini dilatarbelakangi kasus penganiayaan seorang anggota Brimob beberapa saat sebelumnya. Puluhan anggota Brimob kemudian mencari pelaku dan mengira pelaku bersembunyi di rumah korban.

"Kentalnya arogansi itu membuat mereka sebagai aparatur penegak hukum justru tidak patuh hukum. Hal ini diperparah lagi akibat tidak adanya wibawa Kasat Brimob dan Kapolda Sultra sehingga ke 40 Brimob itu bisa bertindak semena mena tanpa takut dengan tindakan tegas pimpinannya," kata Pane.

Pane juga menyebut bahwa jika tindakan tegas tidak segera dilakukan Mabes Polri, dikhawatirkan kasus Kendari ini akan menjadi preseden yang akan memunculkan berbagai ulah oknum aparatur keamanan yang justru mengganggu keamanan masyarakat menjelang Pilpres 2019.***


GoNews Terlibat Pembunuhan, Pemecatan 13 Taruna Akpol Termasuk 2 Anak Jenderal Dinilai Sudah Tepat
GoNews IPW Apresiasi Polisi yang Berhasil Mengusut Pungli Rumah Sakit Terhadap Korban Tsunami
GoNews IPW Desak Polisi Usut Tuntas Penganiayaan Anak Mantan Model di Cafe M Kemang
GoNews Deklarasi Pemilu Damai, IPW Sarankan Polisi Jadikan Mahasiswa sebagai Mitra
GoNews IPW Siapkan Data Keberpihakan Polisi di Pilgubsu
GoNews Apresiasi Polri yang Terbitkan SP3 Kasus Habib Rizieq, IPW: Buru Pelaku Penyebar Vidio Chat Hoax
GoNews Soal Sitem Ganjil Genap Cikampek, IPW: Polri Bukan Algojo Menteri Perhubungan
GoNews IPW: Sistem Ganjil Genap di Cikampek Hina Warga Bekasi
GoNews Selama Januari 2018, 30 Perempuan Dibunuh dengan Sadis di 15 Provinsi, Termasuk Riau dan Sumut
GoNews Rencana Mendagri Tunjuk Pejabat Polri sebagai Plt Gubernur, IPW: Ini Bahaya bagi Demokrasi Kita
GoNews Luhut Larang Susi Tenggelamkan Kapal Asing, IPW: Jangan Takut Bu Menteri, Lanjutkan!
GoNews Berantas Korupsi, IPW: Setelah Setnov, KPK Harus Buru Dirut Pelindo
GoNews Pembakaran Mapolres Dharmasraya, IPW: Polisi Tak Boleh Lengah, Penebar Teror Sudah Incar Daerah Pada Malam Hari
GoNews KPK Dinilai Hanya Rajin OTT Recehan, IPW Sesalkan Presiden Tunda Pembentukan Densus Anti Korupsi
GoNews IPW: Sejumlah Regulasi Perlu Direvisi Guna Hindari Polemik antara TNI dan Polri
GoNews Nazaruddin Baru Kembalikan Aset, Pansus Angket KPK: Kasus Hukumnya Gimana Sih?
GoNews IPW Minta Kapolda Metro yang Baru Bisa Selesaikan Carut Marut Ibukota, Termasuk Merangkul Ulama
GoNews Jadi Bulan-bulanan Penebar Teror, IPW: Polri Kehilangan Wibawa, Momen Bhayangkara Harusnya Instropeksi Diri
wwwwww