Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Kepada Generasi Milenial HNW Tekankan Bahwa Politik Bagian dari Bela Negara

Kepada Generasi Milenial HNW Tekankan Bahwa Politik Bagian dari Bela Negara
Selasa, 09 April 2019 13:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jika bicara soal politik, masih banyak rakyat Indonesia yang menilai apatis bahkan negatif terutama dari kalangan milenial.

Hal tersebut bisa dimaklumi sebab, generasi milenial saat ini banyak disuguhkan informasi baik dari media massa maupun media sosial tentang begitu banyaknya para politikus dan pejabat publik anggota parpol yang melakukan kejahatan korupsi.

Karena terlalu seringnya kasus tersebut terjadi, menyebabkan imej serta persepsi yang buruk tentang dunia politik sehingga banyak yang menjauhi. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengungkapkan bahwa edukasi serta pemahaman politik yang baik terutama untuk kaum milenial harus terus disuarakan.

"Ini yang harus dipahami generasi milenial bahwa politik itu tidak hanya sekedar diartikan perebutan jabatan atau hanya ramai setiap lima tahun sekali karena pemilu. Politik adalah sebuah kegiatan yang kemudian berorientasi untuk menghadirkan kebijakan yang membawa manfaat sebesar-besarnya dan sebanyak-banyaknya untuk warga bangsa dimana kegiatan politik itu dilaksanakan. Politik merupakan pelaksanaan demokrasi yang sebenar-benarnya. Bukan pelaksanaan democrazy," terang HNW, saat memberi sambutan di hadapan sekitar 560 pelajar SMA dan SMK se Jakarta Selatan, student care, forum OSIS dan Pemuda Jakarta Anti Narkoba dalam acara Generation Z Peduli Politik bertema 'Pentingnya Pemahaman Politik Yang Baik, Benar dan Berakhlak Untuk Kalangan Pelajar SMA' yang digelar Forum Pelajar Bela Negara Se-Indonesia, di Ruang Rapat Gedung Nusantara V, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Berpolitik, lanjut HNW, adalah juga menjadi bagian dari implementasi bela negara. Sebuah keputusan politik terkait bela negara yang menyebabkan munculnya Keppres No.28 masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menetapkan tanggal 19 Desember sebagai Hari Bela Negara (HBN), terekam dalam sejarah negara Indonesia yakni peristiwa Deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatra Barat pada tahun 19 Desember 1948 ketika pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belandaa dalam Agresi Militer ke-II.

Keluarnya keputusan politik deklarasi tersebut, ungkap HNW, menghilangkan klaim penjajah bahwa Indonesia sudah hilang atau habis. Masih eksisnya Indonesia pun kemudian menyebar seantero dunia dan dunia masih mengakui negara Indonesia eksis. Itulah pentingnya politik buat eksistensi bangsa dan perkembangan bangsa.

"Melihat hal-hal tersebut, saat ini menjadi sangat penting peran dan kiprah aktif generasi milenial generasi terpelajar Indonesia di era kekinian untuk mensukseskan demokrasi, menghadirkan keberanian kaum terpelajar Indonesia untuk maju ke depan untuk menyelamatkan dan membela Indonesia seperti yang dilakukan para pendiri bangsa kita dahulu," pungkasnya.***

wwwwww