Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Badminton

Pegawai BUMN Lakukan Aksi Mogok Bila Dipaksa Ikut Kampanye Jokowi

Pegawai BUMN Lakukan Aksi Mogok Bila Dipaksa Ikut Kampanye Jokowi
Selasa, 09 April 2019 13:58 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (SP BUMN) Bersatu Arief Poyuono mengaku belum tahu kabar soal pegawai BUMN yang dipaksa menghadiri kampanye akbar Joko Widodo-Maruf Amin pada Sabtu nanti (13/4).

"Saya belum cek," katanya dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/4).

Sekalipun ada paksaan untuk mengikuti kampanye akbar, para pekerja BUMN tidak mudah gentar. Justru hal itu akan menjadikan penyemangat untuk memulangkan Jokowi ke kampung halamannya di Solo.

"Saya juga duga ancaman dari anggota TKN (tim kampanye nasional) yang berasal dari para relawan Joko Widodo yang banyak ditaruh di BUMN. Saat terhadap para pekerja BUMN tidak akan dianggap sama pekerja BUMN," jelas Arief.

Menurutnya, jika benar ada intimidasi maka para pekerja BUMN tidak boleh tinggal diam dan secara tegas menolak. Sebab pegawai BUMN bukanlah pegawai yang bisa dikerahkan untuk ikut kampanye.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.co
Kategori:Badminton, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww