Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
8 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
4 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Sesjen MPR: Pemilu Serentak Memuliakan Warga Negara

Sesjen MPR: Pemilu Serentak Memuliakan Warga Negara
Selasa, 09 April 2019 19:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sekretaris Jenderal MPR Dr. Ma'ruf Cahyono menilai Pemilu Serentak pada 17 April 2019 merupakan sarana dan tempat dimana rakyat dimuliakan berada di panggung terdepan. Ini disebabkan kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat.

"Karena itu Pemilu Serentak harus kita sukseskan. Rakyat harus berpartisipasi secara penuh karena rakyat sedang dimuliakan," kata Ma'ruf Cahyono dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR kerjasama MPR dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Samosir di Balige, Selasa (9/4/2019).

Ma'ruf mengharapkan rakyat berpartisipasi penuh dalam Pemilu Serentak. "Saya mengharapkan tidak ada masyarakat yang tidak berpartisipasi dalam Pemilu. Pemilu adalah milik kita," ujarnya.

Menurut Ma'ruf, satu-satunya milik rakyat yang paling tinggi adalah ketika memberikan suara untuk ikut menentukan jalannya negara dan bangsa.

"Kalau kita tidak memanfaatkan (tidak memilih) maka artinya kita sedang mereduksi posisi mulia sebagai pemegang kedaulatan rakyat," tuturnya.

Ma'ruf juga berharap agar generasi muda atau kalangan milenial memahami partisipasi dalam pemilu itu.

"Ini bukan soal kesempatan datang ke TPS tapi soal memuliakan diri kita sebagai warga negara yang memilih negara demokrasi," imbuhnya.

Berkaitan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR, Ma'ruf menegaskan bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR jangan dilihat sebagai rutinitas melainkan sebagai sesuatu yang strategis. Yaitu sejauhmana kita memaknai nilai-nilai penting kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilihat dari aspek ideologi, konstitusi, dan komitmen terhadap NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Dari sisi kognitif semestinya sudah memahami nilai-nilai itu, tapi yang lebih penting adalah mengaktualisasikan nilai-nilai itu," katanya.

Persoalannya, lanjut Ma'ruf, dalam aktulisasi ada sejumlah tantangan. Misalnya, disruption atau tercerabut karena adanya perubahan yang mendasar, dan tantangan kesenjangan antar generasi.

"Kalau tantangan ini tidak diatasi maka akan mengkhawatirkan karena transformasi nilai-nilai (kebangsaan) tidak akan berjalan kontinue," jelasnya dalam sosialisasi mewakili Wakil Ketua MPR Oesman Sapta.

"Sosialisasi Empat Pilar ini kita lakukan dengan maksud agar ideologi, konstitusi, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika bisa terawat dan terjaga," tambahnya.

Untuk diketahui, Sosialisasi Empat Pilar MPR ini diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai elemen seperti ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda.

Hadir juga Asisten III Bidang Administrasi Umum Rudian Siregar, Kadis pariwisata dan Kebudayaan Audi Murphi, Pimpinan Gerjea HKBP Pendeta Donda Simanjuntak, dan Staf Ahli Ketua DPD RI Edison Manurung.***

wwwwww