Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Gelar Doa Bersama, Ini Komitmen Prabowo Jika Terpilih Menjadi Presiden

Gelar Doa Bersama, Ini Komitmen Prabowo Jika Terpilih Menjadi Presiden
Rabu, 17 April 2019 00:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Calon preseiden Prabowo Subianto optimisitis akan memenangi Pilpres 2019. Saat menerima mandat dari rakyat dan dilantik sebagai presiden periode 2019-2024, ia bertekad menciptakan pemilu bersih di akhir masa jabatannya.

"Saat saya menerima mandat dari rakyat dan menjalankan mandat itu, saya berjanji di hadapan ratusan juta rakyat Indonesia saya ingin menyelenggarakan pemilu yang sebersih-bersihnya. Kami ingin berikan contoh demokrasi yang sebaik-baiknya," kata Prabowo USAI menggelar doa bersama di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa, 16 April 2019.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo menjawab pertanyaan awak media tentang jalannya proses pemilu 2019 yang berlangsung sejak 7 bulan lalu.

Prabowo merasa, selama masa kampanye masyarakat kerap mendapatkan perlakuan tidak adil. Ada kepala desa dipenjara karena mendukung paslon nomor 02, sementara puluhan kepala daerah yang secara terbuka mendukung paslon 01 dibiarkan begitu saja.

Tak hanya menwujudkan pemiliu bersih, Prabowo juga bertekad tidak akan gunakan TNI-Polri untuk kepentingan politik pribadi dan kelompoknya. Prabowo juga berjanji BUMN tidak akan digunakan untuk kepentingan politiknya.

"Saya mantan TNI, saya tidak akan gunakan TNI-Polri untuk kepentingan politik kelompok saya. Saya tidak akan menggunakan BUMN untuk kepentingan politik saya atau kelompok saya," tegas Prabowo.***

wwwwww