Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Badminton

Ada Pembicaraan Khusus, AHY Temui Jokowi di Istana Sore Ini

Ada Pembicaraan Khusus, AHY Temui Jokowi di Istana Sore Ini
Kamis, 02 Mei 2019 15:39 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu dengan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan keduanya dikabarkan akan berlangsung pukul 16.00 WIB.

"Ya tinggal bentar lagi, tinggal setengah jam lagi. Kita tunggu aja," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kantornya, Kamis (2/5).

Menurut dia, pertemuan tersebut akan berlangsung secara tertutup. AHY dan Jokowi akan berbicara empat mata. Bahkan, Moeldoko mengaku tak ikut mendampingi Jokowi. "Ini ada pembicaraan khusus begitu, mungkin empat mata," katanya.

Dia enggan membeberkan apa yang akan dibahas dalam pertemuan Jokowi-AHY, pasca-penyelenggaraan Pilpres 2019 ini. Moeldoko menilai pertemuan dua tokoh politik ini merupakan hal biasa.

"Dalam politik itu kan kalau mau mencari jalan keluar tidak ada yang dominan, jadi saling mendengarkan, saling mempertimbangkan. Bisa akhirnya saling bersepakat ya," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding bicara kemungkinan bertambahnya anggota Koalisi Indonesia Kerja. Karding menilai, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat kemungkinan akan bergabung mendukung Jokowi.

"Saya melihat yang punya peluang besar ke depan PAN dan Demokrat," ungkap Karding di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/5/2019).

Karding sebelumnya sempat mengungkapkan, kemungkinan bergabungnya Partai Demokrat. Dia menyebut, komunikasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono berjalan baik.

Sedangkan peluang PAN bergabung terlihat dari pertemuan antara Jokowi dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan saat pelantikan Gubernur Maluku. Politisi PKB itu menyambut baik jika PAN dan Demokrat bergabung. Sebab, akan memperkuat posisi di parlemen.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww