Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Badminton

Tito Karnavian Tak Tertarik Jadi Menteri

Tito Karnavian Tak Tertarik Jadi Menteri
Minggu, 05 Mei 2019 14:38 WIB
JAKARTA - Pihak Mabes Polri menegaskan sang Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak bakal masuk dalam jajaran menteri kabinet, jika Joko Widodo (Jokowi) terpilih sebagai presiden Republik Indonesia untuk periode kedua. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal menegaskan, mantan kapolda Metro Jaya itu tidak tertarik jadi menteri.

"Kapolri saat ini fokus mengerjakan tugas-tugas kepolisian dengan sebaik-baiknya. Tidak ada fokus lain selain memimpin dan mengembangkan institusi Polri,” kata Muhammad Iqbal, Minggu (5/5).

Lebih jauh Iqbal menuturkan, Tito Karnavian akan fokus pada pembenahan sumber daya manusia (SDM) yang ada di lingkungan kepolisian. "Mengembangkan institusi Polri dan menanamkan jiwa promoter pada diri seluruh anggota Polri," ucapnya.

Adapun jabatan menteri yang disebut-sebut akan diduduki Tito Karnavian yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam).

Menurut mantan Wakapolda Jatim itu, Tito Karnavian tidak mungkin menduduki posisi menkopolhukam. Sebab, posisi tersebut lebih pantas diisi oleh tokoh yang berpengalaman dari institusi TNI.

"Adapun di beberapa media online muncul isu yang mengaitkan Pak Kapolri dengan jabatan Menkopolhukam. Pak Kapolri mengatakan posisi itu paling pas diisi oleh tokoh dari kalangan TNI," jelas Iqbal.

Dugaan soal Tito ini sejalan dengan analisis Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane sebelumnya. Dia mengatakan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan ditarik ke dalam kabinet menteri, jika Presiden Jokowi diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai pemenang Pilpres 2019.

“Saya menilai prestasi Polri dalam mengamankan Indonesia. Terutama ibu kota Jakarta saat proses pilpres maupun saat pelaksanaan pilpres sangat luar biasa. Situasi aman dan sangat kondusif, padahal situasi politik sangat panas, masyarakat terbelah antara pendukung 01 dan 02. Perang di medsos sudah seperti perang bharatayudha,” tukas Neta.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Jawapos.com
Kategori:Badminton
wwwwww