Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
11 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Tak Boleh Tayang di Kota Padang

Film Kucumbu Tubuh Indahku Tak Boleh Tayang di Kota Padang
Kamis, 09 Mei 2019 10:43 WIB
PADANG - Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah menolak film 'Kucumbu Tubuh Indahku' yang digarap oleh sutradara Garin Nugroho ditayangkan di Kota Padang, Sumatera Barat.

Dia menilai, film tersebut bertentangan dengan norma agama, sosial dan budaya masyarakat Kota Padang.

"Betul, film itu kita tolak tayang di Padang. Kita telah mengirimkan surat ke Lembaga Sensor yang ditembuskan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Sumbar, Komisi Penyiaran Indonesia, dan KPID Sumbar," kata Mahyeldi seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (9/5/2019).

Menurut Mahyeldi, penolakan itu dikarenakan konten film tersebut jelas bertentangan dengan norma agama, sosial dan nilai budaya yang dianut masyarakat Kota Padang yang berlandaskan Adat Basandi Syara'-Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Penolakan tersebut, menurut Mahyeldi bukan hanya terjadi di Padang, tapi juga di sejumlah daerah seperti Depok, Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

"Bukan hanya Padang saja menolak, tapi di daerah lain juga. Film ini mengandung unsur lesbian, gay, biseksual dan transgender, itu yang ditolak di Kota Padang," tegasnya.

Mahyeldi mengatakan, pemutaran film itu dinilai dapat menimbulkan keresahan dan konflik sosial di tengah masyarakat, sehingga dapat mengganggu ketertiban dan ketentraman di Kota Padang.

“Banyak hal yang membuat kita di Kota Padang memboikot penayangan film ini. Kita berharap melalui surat yang kita layangkan dapat disikapi secara nasional,” ujar Mahyeldi. ***

Editor:arie rh
Sumber:kompas.com
Kategori:Badminton, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww