Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
10 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
6 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
12 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Heboh di Awal Juli, Deutsche Bank akan Bahas PHK 20.000 Karyawannya Segera

Heboh di Awal Juli, Deutsche Bank akan Bahas PHK 20.000 Karyawannya Segera
Foto: reuters
Senin, 01 Juli 2019 10:32 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Deutsche Bank dikabarkan akan merumahkan sekitar 20.000 karyawannya. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini sebagai dampak dari restrukturisasi perusahaan yang rencananya akan dibahas para Pimpinan pada pertemuan 7 Juli, mendatang.

Demikian diungkapkan oleh sumber Reuters, Jumat (29/06/2019). Berita berjudul 'Deutsche Bank board to meet July 7 to decide on job cuts: sources' itu turut dilansir kontan.co.id serta beberapa media nasional lainnya, dan menjadi berita ekonomi yang seksi di awal Juli 2019.

Restrukturisasi ini, sesuai dengan apa yang dijanjikan CEO Deutsche Bank, Christian Sewing kepada para pemegang saham untuk mengefisienkan bisnis setelah gagal mengakuisisi rivalnya: Commerzbank. Dan salah satu langkah yang mungkin ditempuh adalah pemangkasan pekerjanya.

Tak hanya di level manajemen menengah dan bawah, beberapa sumber Reyters juga menyatakan akan terjadi pemangkasan posisi direksi. Sewing sendirian yang akan merepresentasikan jajaran direksi kelak.

Veteran Garth Ritchie juga dikabarkan akan masuk ke jajaran pimpinan yang dipimpin oleh Sewing. Sementara posisi lainnya akan diisi oleh Stefan Hops dan Mark Fedorcik yang akan menjabat sebagai wakil kepala divisi. Mereka akan melaporkan kinerjanya kepada Sewing. Sayangnya, Deutsche Bank enggan mengonfirmasikan hal ini.

Juru bicara Deutsche Bank menyatakan, pihaknya kini tengah menakar akselerasi yang dibutuhkan perseroan untuk menghasilkan profitabilitas yang berkelanjutan.

"Kami akan terus memberikan kabar terbaru kepada seluruh stakeholder ketika dibutuhkan," katanya.

Perseroan yang merupakan salah satu bank paling penting dalam sistem keuntungan global belakangan memang tengah menghadapi masalah. Mulai dari penurunan peringkat, denda miliaran dollar, pergolakan manajemen, dan bisnis investasinya yang mengakibatkan pendapatan perseroan anjlok.

Setelah bertahun-tahun gagal bersaing dengan JP Morgan dan Goldman Sachs, Deutsche Bank memang mulai mengurangi portofolio investasinya yang beresiko tinggi, dan mulai fokus ke pasar arus utama.Petinggi, dan investor perseroan pun, strategi ini bisa kembali mendongkrak kinerja perseroan, khususnya terkait harga sahamnya, yang pada bulan ini jatuh ke titik terendahnya sepanjang sejarah perseroan.

Beberapa strategi misalnya akan dilakukan untuk menampung aset-aset non-inti dengan nilai hingga 10 miliar Euro yang digunaKan perseroan untuk menutup ekuitas dan bisnis perdagangannya di luar Eropa. Ini juga bertujuan untuk membuang hingga seperempat dari aset paling berisiko dalam beberapa tahun ke depan.

Secara keseluruhan, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi perseroan yang telah dilakukan sejak 2008. Strategi ini berhasil menjaga laba perseroan.***

wwwwww