Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
Politik
14 jam yang lalu
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
2
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
DPR RI
9 jam yang lalu
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
3
Sosok Wasekjen PAN Irvan Herman, Pembela Mumtaz Rais saat Ribut di Pesawat dengan Wakil Ketua KPK
Politik
2 jam yang lalu
Sosok Wasekjen PAN Irvan Herman, Pembela Mumtaz Rais saat Ribut di Pesawat dengan Wakil Ketua KPK
4
Mendagri Minta Kepala Daerah Inovatif Jaga Perekonomian Daerah
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Mendagri Minta Kepala Daerah Inovatif Jaga Perekonomian Daerah
5
Vaksinasi: TNI-Polri Mengkoordinasi Kemenkes, Kemendikbud dan PMI
Kesehatan
8 jam yang lalu
Vaksinasi: TNI-Polri Mengkoordinasi Kemenkes, Kemendikbud dan PMI
6
Murid Sekolah Gratis BAZNAS Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional
Pendidikan
7 jam yang lalu
Murid Sekolah Gratis BAZNAS Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional
Home  /  Berita  /  GoNews Group

PDI-P Siap Menyambut dengan Tangan Terbuka Kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia

PDI-P Siap Menyambut dengan Tangan Terbuka Kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia
Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu. (Muslikhin/GoNews.co)
Selasa, 09 Juli 2019 14:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Rencana kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia, kembali menghangat pasca Partai Gerindra menjadikannya salah satu syarat rekonsiliasi antara Prabowo dan Jokowi.

Menanggapi rencana tersebut, Politisi PDI-P sekaligus Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu mengaku tidak ada masalah.

Ia mengatakan, seharusnya tidak ada kendala bagi Habib Rizieq Shihab (HRS) untuk kembali ke Tanah Air.

Bahkan, dirinya sangat menyambut baik rencana kepulangan tersebut, sebagai sesama anak bangsa. "Dalam pandangan saya seharusnya tidak ada kendala bagi HRS untuk kembali, dan kita sambut dengan tangan terbuka sebagai anak bangsa, sebab kepergiannya atas kemauannya sendiri," kata Masinton kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (9/7).

Terkait dengan rencana menjadikan upaya rekonsiliasi Jokowi-Prabowo pasca Pemilu 2019 dalam rangka untuk memulangkan imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut. Ia berpandangan bahwa rekonsiliasi yang diupayakan pasca Pilpres harusnya diawali dengan keluruhan dan ketulusan.

Sehingga kata Masinton, rekonsiliasi harus dimaknai dalam rangka membangun persatuan dan persaudaraan sesama elemen anak bangsa.

"Saya menganggap tidak pas bila kemudian ada embel-embel lain. Kita harus menghilangkan unsur kompetisi dalam pemilu lalu, kemudian rekonsiliasi tidak boleh ada transaksional selain kepentingan bangsa," ujarnya.

"Maka rekonsiliasi harus membangun persatuan dan punya komitmen merajut keindonesiaan,"sebut politikus PDI Perjuangan itu.

Namun, bila kemudian ada persoalan lain dalam hal ini terkait dengan penegakan hukum, tentu hukum memiliki mekanismenya sendiri.

"Tentu, itu menjadi persoalan lain, harus dihadapi dengan mekanisme hukum pula," pungkasnya.***


wwwwww