Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
10 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

Yenny Wahid Kritik PBNU Minta Jatah Kursi Menteri

Yenny Wahid Kritik PBNU Minta Jatah Kursi Menteri
Rabu, 10 Juli 2019 12:56 WIB
JAKARTA - Putri Presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid mengkritik petinggi PB NU yang meminta jatah menteri kepada Presiden Joko Widodo. Seharusnya, NU mengambil peran strategis untuk memberikan kritik konstruktif kepada pemerintah.

"Saya imbau petinggi NU supaya tidak terjebak pada retorika seolah-olah kita menuntut kursi kabinet atau sebagainya," ujar Yenny di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Yenny berharap NU tidak keluar dari khitahnya untuk tidak berpolitik praktis. Dalam arti tersebut, PBNU tidak menuntut jatah kursi dan memberikan jarak dengan pemerintahan.

"Jadi NU sesuai khitah tidak boleh berpolitik praktis artinya kita menghindari seolah-olah NU menuntut ada retorika NU menuntut jumlah kursi kabinet alokasi kabinet," kata dia.

Yenny tidak muluk-muluk berharap warga NU diberikan kursi menteri oleh Jokowi. Dia hanya berharap, Jokowi mau mendengarkan aspirasi warga NU.

"Kita berharap aspirasi warga NU didengar pemerintah, pasti tentu. Tapi tidak kemudian dengan cara bagi-bagi kursi nuntut kursi seperti itu," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Badminton, PON, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww