Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Bagus Terkejut Saat Dipanggil Gabung Timnas Senior

Bagus Terkejut Saat Dipanggil Gabung Timnas Senior
Sabtu, 24 Agustus 2019 19:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NAMA Amiruddin Bagus Kahfi tercatat masuk skuat Tim Nasional Senior, dirinya mendapat kesempatan tersebut atas undangan dari pelatiih Simon Mcmenemy. Penampilan apik Bagus di Turnamen Sepakbola Piala AFF U-18 Vietnam 2019 mendapat sorotan dari Simon, karena juru taktik itu sempat melihat penampilannya di Vietnam.

Bagus pun mulai ikut latihan perdana bersama kakak-kakak seniornya itu kemarin, Kamis (22/8/2019). Awalnya dia tak percaya atas panggilan tersebut. Dirinya tak menyangka bisa dapat undangan dari Simon. “Awalnya sempat tidak percaya. Terkejut saat dipanggil latihan bersama senior,” kata Bagus.

“Tapi saya langsung bilang iya dan ini merupakan kesempatan besar. Saya akan belajar banyak dari senior-senior,” tutur pencetak enam gol di Piala AFF U-18 2019 itu.

“Ini merupakan pengalaman berharga bagi saya, semua kakak-kakak senior ini baik dan menyapa saya dengan akrab dan tulus. Mereka pun tak segan-segan memberikan pelajaran, masukan dan kritik untuk saya,” ceritanya.

Mengenai metode latihan yang diberikan oleh Simon, Bagus mengatakan hampir mirip dengan Fakhri Husaini. “Simon itu melatih modelnya seperti pelatih asing umumnya, namun ternyata intensitas latihannya lebih tinggi,” jelasnya.

Bagus melihat kalau dirinya masih harus banyak belajar. “Dari sini saya bisa melihat kemampuan saya. Saya belum jadi siapa-siapa, hanya pemuda yang ingin terus belajar. Beruntungnya, mereka bisa langsung menerima saya, begitu juga pelatih. Saya belum menjadi pemain hebat dan masih harus berbenah diri serta menggali potensi saya,” tutupnya.  ***

wwwwww