Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Polisi Ungkap Motif Insiden Tewasnya Santri di Tangan Senior

Polisi Ungkap Motif Insiden Tewasnya Santri di Tangan Senior
Foto: detikcom
Sabtu, 24 Agustus 2019 13:17 WIB
JAKARTA - Polres Mojokerto tengah memproses hukum insiden tewasnya santri Ponpes Mambaul Ulum di Mojokerto, Ari Rivaldo (16). Ari tewas pada 20 Agustus 2019 setelah menjalani hukuman dari seniornya yang berinisial WN (17) pada 19 Agustus 2019.

Dilansir Detikcom, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, WN menganiaya Ari karena kesal korban kerap keluar dari lingkungan pesantren tanpa izin.

"Motifnya karena kesal saja korban sering keluar pondok tanpa izin," kata KASAT saat dihubungi, Sabtu (24/08/2019).

Lansiran tersebut menjelaskan, WN memang diberi kewenangan untuk mengawasi ketertiban para santri junior Ponpes Mambaul Ulum, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Mojokerto itu.

Dari pemeriksaan polisi, didapati WN tidak berniat membunuh korban. Sehingga, dalam penetapan tersangka atas WN, polisi menerapkan pasal 80 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Korbannya Tewas.

"Pelaku tidak berniat membunuh korban, makanya pasalnya penganiayaan tapi mengakibatkan korban meninggal. Karena niatnya (membunuh) tidak ada," jelas Ferry.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Detikcom
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Umum, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww