Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Tanggapi Video Rendahkan Indonesia, Massa Ojek Online Ancam Kepung Kedubes Malaysia

Tanggapi Video Rendahkan Indonesia, Massa Ojek Online Ancam Kepung Kedubes Malaysia
Ilustrasi. (net)
Selasa, 27 Agustus 2019 15:09 WIB
JAKARTA - Massa yang berasal dari pengemudi ojek online (ojol) mengancam bakal mengepung Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia menyusul beredarnya video seseorang yang dianggap merendahkan Indonesia dan profesi mereka.

Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan dia dan seluruh pengemudi ojol di Indonesia sudah membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Kedubes Malaysia.

Pada surat itu tertulis tuntutan klarifikasi dan permintan maaf terbuka dari seseorang pada video itu yang diduga warga negara Malaysia bernama Shamsubahrin Ismail, pendiri perusahaan Big Blue Taxi Services.

Video tersebut, menurut Igun sudah kadung viral di tengah masyarakat dan bikin keresahan karena kontennya dianggap merendahkan.

"Ini negara miskin, kita negara kaya. Kalau Indonesia anak muda bagus, dia tak keluar, keluar negara untuk cari kerja. Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta," ucap pria dalam video itu.

Igun bilang bahwa pernyataan 'Gojek hanya untuk negara miskin seperti di Jakarta, Indonesia' merupakan representasi dari merendahkan martabat profesi dan menghina masyarakat Indonesia secara umum.

Menurut Igun jika tuntutan tidak ditanggapi pada Selasa (3/9) dia bersama massa siap mengepung Kedubes dan Konsulat Jenderal Malaysia di seluruh Indonesia.

Lihat juga: Pengusaha Taksi Protes Kehadiran Gojek di Malaysia
"Jika tidak ada klarifikasi dari dubes Malahsia di Jakarta dan permohonan maaf dari boss taxi di Malaysia dalam video yang merendahkan martabat kami, maka kami driver ojek online se Indonesia akan kepung Kedubes Malaysia di Jakarta dan konjen-konjen Malaysia di seluruh NKRI," kata Igun.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:Voli, Ekonomi, Olympic, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww