Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Badminton

Disdik Pekanbaru Tegaskan SD dan SMP Negeri Tidak Boleh Ada Pungutan

Disdik Pekanbaru Tegaskan SD dan SMP Negeri Tidak Boleh Ada Pungutan
Ilustrasi
Selasa, 27 Agustus 2019 15:13 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengingatkan sekolah negeri di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMP) sudah digratiskan. Oleh karena itu, pihak sekolah tidak dibenarkan melakukan pungutan yang memberatkan siswa, kecuali dalam bentuk sumbangan.

"Tidak ada lagi pungutan dalam bentuk apapun dari sekolah negeri ditingkat SD dan SMP, semua sudah gratis. Kecuali sumbangan, yah silahkan saja," jelas Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal melalui Sekretaris Disdik Kota Pekanbaru Muzailis, Selasa, (27/8/2019).

Muzailis menjelaskan hal tersebut sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 tentang pungutan dan sumbangan biaya pendidikan pada satuan pendidikan dasar.

Ia melanjutkan, SD dan SMP yang juga menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga tidak boleh melakukan pungutan semena-mena.

"Sekolah tidak dibenarkan menjual buku pelajaran ataupun meminta uang baju kepada siswa, karena tidak ada aturan sekolah menjual baju seragam. Kecuali ada kesepakatan orang tua dengan sekolah, itupun harus melalui koperasi sekolah," terangnya.

Menurutnya, pihak sekolah yang masih melanggar dan melakukan pungutan atau semacamnya akan diberikan teguran oleh Disdik. Kepala sekolah juga bisa mendapat sanksi mutasi jika terbukti melanggar.

"Kalau kita dapati ada yang melanggar aturan ini, kita peringati sekali dua kali lebih dulu. Kalau tak mau juga, kita evaluasi bahkan mutasi," pungkasnya.***

Kategori:Badminton, Riau, PON, Umum
wwwwww