Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Badminton

Buntut Sikap Kasar ke Emil Salim, Arteria Dahlan Dituntut Minta Maaf atau Minta PDIP untuk PAW

Buntut Sikap Kasar ke Emil Salim, Arteria Dahlan Dituntut Minta Maaf atau Minta PDIP untuk PAW
Jum'at, 11 Oktober 2019 16:28 WIB
JAKARTA - Anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan dituntut meminta maaf terkait sikapnya terhadap guru besar Profesor Dr Emil Salim. Diketahui Arteria melakukan tindakan yang dinilai bertindak kasar terhadap sosok Emil Salim.

Tuntutan permintaan maaf itu disampaikan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (Himpasiling UI). Mereka menilai anggota DPR Dapil 6 Jawa Timur itu bertindak kasar, tak beretika, dan tanpa berbudi pekerti luhur.

"Meminta maaf atau kami minta PDIP untuk melakukan PAW (pergantian antarwaktu) terhadap Arteria," tulis pernyataan Himpasiling UI, dalam keterangan pers, Kamis (10/10).

Himpasiling menilai perilaku Arteria Dahlan menyalahi aturan integritas anggota DPR, yakni 'menghindari perilaku tidak pantas, tidak patut yang dapat merendahkan citra dan kehormatan DPR, baik di dalam gedung DPR maupun di luar gedung DPR menurut pandangan dan etika yang berlaku dalam masyarakat'.

"Mengecam Arteria yang telah menyatakan Profesor Dr Emil Salim sesat," lanjut pernyataan tersebut.

Dalam tuntutannya, Himpasiling UI meminta permohonan maaf Arteria disampaikan secara langsung dalam 3x24 jam dan disampaikan ke publik dalam seperempat halaman koran nasional dalam 7x24 jam.

Jika tuntutan permintaan maaf itu tak disampaikan, Himpasiling UI akan menuntut PDIP untuk segera melakukan pergantian antarwaktu atas Arteria.

Seperti diketahui, Arteria menjadi sosok yang paling banyak dibicarakan pengguna Twitter. Sosok Arteria dan Emil pada Kamis (10/10) pagi menjadi trending topik Twitter Indonesia.

Suasana temperamental Arteria berawal ketika Emil mengatakan bahwa ada kewajiban KPK untuk menyampaikan laporan, yang salah satunya disampaikan ke DPR. Arteria kemudian membantahnya. "Nggak pernah dikerjakan Prof. Prof tahu nggak?" kata Arteria sambil membetulkan posisi duduknya. Arteria tampak setengah berdiri sembari menghadap ke arah Emil.

"Tiap tahun menyampaikan laporan," ujar Emil.

"Mana Prof, saya di DPR, Prof. Nggak boleh begitu Prof, saya yang di DPR saya yang tahu, mana, Prof sesat, ini namanya sesat," kata Arteria memotong pernyataan Emil dengan menunjuk-tunjuk ke arah Emil.

Dikonfirmasi mengenai perdebatannya tersebut, Arteria bahkan kembali meminta Emil menarik seluruh ucapan yang disampaikan terkait dengan revisi Undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK). Menurutnya, Emil harus membaca dulu seluruh poin di dalam UU KPK hasil revisi dengan baik, lalu memahami fakta hukum serta sosial yang dituangkan.

"Bicara sesuai keahlian saja. Beliau ekonom, tapi bicara seolah-olah ahli hukum," kata dia.

Akibat sikap Arteria, warganet merasa geram dan mengatakan ia sebagai sosok yang tidak sopan dan tidak memiliki etika. Warganet juga menyayangkan sikap Arteria yang arogan dan tidak meminta maaf kepada Emil kendati acara bincang-bincang telah berakhir.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww