Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
19 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

Pengamat Teroris Minta Wiranto Introspeksi atas Pernyataannya Selama Ini

Pengamat Teroris Minta Wiranto Introspeksi atas Pernyataannya Selama Ini
Jum'at, 11 Oktober 2019 16:20 WIB
JAKARTA - Pengamat teroris dan intelijen Harits Abu Ulya meminta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto untuk introspeksi diri.

"Di sisi lain ada realitas menarik bahwa selama ini publik gelisah dan berharap agar para pejabat atau penguasa bisa kontrol diri tidak keluarkan kebijakan atau pernyataan yang menyakiti hati nurani rakyat," kata Harits, lewat keterangan tertulis, Kamis, 10 Oktober 2019. "Jika tidak, membuka keniscayaan memotivasi rakyat berbuat nekat menyerang pejabat.”

Harits berpendapat bahwa sebagai abdi rakyat, Wiranto harus lebih baik dalam mengayomi. Ia meyakini tindakan pelaku dipengaruhi oleh segala tindak tanduk Wiranto.

Harits menyadari penyerataan dan analisisnya ini bakal memunculkan spekulasi bahwa ia simpatisan teroris. Namun, ia yakin yakin pendekatan ini yang paling rasional.

"Pada konteks ini, dalam kajian terorisme, kita bisa meminjam pendekatan metode analisa yang tepat agar paham kenapa selama ini aparat keamanan atau seorang pejabat jadi target kekerasan atau teror dari segelintir atau sekelompok orang,” kata Harits.

Wiranto ditusuk oleh Abu Rara, salah seorang anggota JAD jaringan Bekasi, di Pandeglang, Banten pada Kamis, 10 Oktober 2019 siang. Saat itu, ia baru akan kembali ke Jakarta setelah mengisi acara di salah satu pondok pesantren di sana.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Tempo.co
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Voli, DKI Jakarta
wwwwww