Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
19 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Badminton

Diduga Menistakan Agama, Tagar #TangkapSukmawati Menggema

Diduga Menistakan Agama, Tagar #TangkapSukmawati Menggema
Minggu, 17 November 2019 21:23 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Tagar #TangkapSukmawati tengah meramaikan media sosial Twitter, pasca putri Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, membandingkan ayahnya dengan Rasullullah Muhammad Sallaahu'alaihi Wasallam.

Sukmawati, memang telah dilaporkan oleh anggota Koordinator Bela Islam (Korlabi), Ratih Puspa Nusanti ke Polda Metro Jaya karena dugaan pelanggaran pasal 156a KUHP terkait Penistaan Agama.

Dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (16/11/2019), Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono menyatakan, "benar" adanya laporan terhadap Sukmawati. Laporan itu, terdaftar dengan nomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum pada 15 November lalu.

Sementara itu, Sukmawati menegaskan bahwa dirinya tidak berniat menista Nabi Muhammad SAW. Pembandingan yang Ia utarakan dan kini jadi perkara itu, merupakan diskursus kebangsaan dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Saya kan hanya bertanya. Konteksnya sama sejarah Indonesia dalam kemerdekaan, masak begitu saja jadi masalah?," ujar Sukmawati kepada Tempo pada Sabtu (16/11/2019).

Untuk diketahui, cuplikan video pernyataan Sukmawati yang membandingkan Muhammad Sallaahu'alaihi Wasallam dengan Bung Karno itu sempat beredar secara daring. Berikut ini adalah pernyataan Sukmawati yang berujung pelaporan polisi itu:

"Mana lebih bagus Pancasila sama Al Quran? Gitu kan. Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad, apa Insinyur Sukarno? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini!".

Ini bukan riuh pertama yang melibatkan Sukmawati dengan kalangan Islam di Indonesia. Sebelumnya, puisi yang menyinggung Adzan dan Kidung juga sempat menjadi soal.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww