Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
24 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
2
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
24 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
3
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Olahraga
22 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
4
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
5
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
6
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
Peristiwa
17 jam yang lalu
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ini Lima Kebijakan Nadiem untuk Pendidikan di Indonesia

Ini Lima Kebijakan Nadiem untuk Pendidikan di Indonesia
Minggu, 17 November 2019 21:26 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makariem, memiliki 5 kebijakan untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia.

5 program ini, akan menjadi penjawab keresahan rakyat atas kapasitas pria yang lebih dikenal sebagai pendiri Gojek itu.

Kepala Hubungan Kehumasan Kemendikbud, Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM), Ade Erlangga merinci kebijakan Nadiem. Memprioritaskan pendidikan karakter dan pengamalan Pancasila, menjadi urutan pertama.

"Kedua, potong semua regulasi yang menghambat terobosan dan peningkatan investasi," kata Ade dalam acara Fasilitasi BKLM di Kuta, Bali, Kamis (14/11/2019) lalu.

Ketiga, lanjut Ade, kebijakan pemerintah harus kondusif untuk menggerakkan sektor swasta agar meningkatkan investasi di sektor pendidikan. Keempat, semua kegiatan pemerintah berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dengan mengutamakan pendekatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang baru dan inovatif.

Serta kelima, memperkuat teknologi sebagai alat pemerataan baik daerah terpencil maupun kota besar untuk mendapatkan kesempatan dan dukungan yang sama untuk pembelajaran.

"Mudah-mudahan dalam waktu 100 hari ke depan ada hal-hal yang bisa kita rasakan terkait kebijakan-kebijakan yang bisa mendukung apa yang dikehendaki oleh visi dan misi Presiden," kata Ade dalam laman Kemdikbud.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pendidikan, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww