Banjir Bandang di Agam Sebabkan Kerugian Rp1 Miliar Lebih

Banjir Bandang di Agam Sebabkan Kerugian Rp1 Miliar Lebih
Banjir bandang sebabkan kerusakan parah rumah warga dan tempat ibadah di Jorong Galapuang, Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Agam. (foto: DAYAT/harianhaluan.com)
Kamis, 21 November 2019 19:00 WIB
AGAM - Banjir bandang yang meluluhlantakkan rumah masyarakat beserta tempat ibadah di Jorong Galapuang, Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar),  menyebabkan kerugian materi mencapai Rp1 miliar.

Kerugian tersebut berasal dari kerusakan hunian rumah masyarakat, fasilitas dan sarana vital, baik rumah ibadah, MDA, maupun sepeda motor. Selain itu banjir juga menyebabkan pertanian penduduk, dan lahan tambak milik masyarakat hancur.

Dikutip GoSumbar dari harianhaluan.com, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, M Lutfi mengatakan, saat ini tim gabungan terus melakukan pembersihan material banjir yang menerjang pemukiman masyarakat.

"Kerusakan cukup banyak, mulai dari pemukiman masyarakat, tempat ibadah, perabotan, kendaraan masyarakat, hingga areal pertanian. Banjir juga memutus jalur pada dua titik," katanya, Kamis (21/11/2019).

Ia menjelaskan, banjir bandang yang membawa material lumpur dan bebatuan menutup akses jalan sepanjang 200 meter dengan ketinggian 3-5 meter.

Material longsor juga merusak Masjid Istighfar Galapuang yang menyebabkan masjid tersebut rusak berat, sementara MDA Galapung kondisinya rusak sedang.

"Kerugian akibat kejadian ini lebih kurang satu miliar. Tim gabungan penanggulangan bencana Kabupaten Agam sudah bekerja, selain itu pembersihan juga mengerahkan alat berat," katanya.

Sementara itu Bupati Agam Indra Catri dan Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan saat meninjau, lokasi menetapkan tanggap darurat terhadap bencana itu.

Bupati meminta penanganan secara efektif dan cepat. Selain itu ia juga menghimbau masyarakat dan personil meningkatkan kewaspadaan karena cuaca tidak begitu baik, sehingga potensi curah hujan tinggi masih ada.

Berdasarkan data terakhir ada 15 unit rumah yang terdampak, 2 rusak total, 3 rusak berat dan 10 rusak sedang. Selain itu juga ada tempat ibadah, dan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) yang rusak. (h/yat/hln)

Editor:arie rh
Sumber:harianhaluan.com
Kategori:Sumatera Barat, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww