Tidak Ada Perdamaian, Kasus Bullying dan Kekerasan di SMPN 38 Pekanbaru Berlanjut ke Proses Hukum

Tidak Ada Perdamaian, Kasus Bullying dan Kekerasan di SMPN 38 Pekanbaru Berlanjut ke Proses Hukum
Kak Seto mengunjungi korban bullying dan kekerasan beberapa waktu lalu. (foto rizki ganda sitinjak)
Jum'at, 22 November 2019 18:10 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU- Kasus bullying yang disertai kekerasan yang dilakukan oleh seorang anak dibawah umur sebut saja Boy (nama samaran) di SMP Negri 38 Pekanbaru terus berlanjut.

Proses hukum dilakukan karena tidak ada kesepakatan untuk melakukan perdamaian antara keluarga pelaku dan keluarga korban.

Peristiwa bully dan kekerasan tersebut terjadi pada tanggal 05 November 2019 lalu. Penganiayaan yang dilakukan Boy mengakibatkan seorang siswa kelas VII di SMP tersebut mengalami patah tulang pada bagian hidung. Bahkan korban sempat menjalani operasi karena luka yang dialaminya cukup serius.

Sebelumnya, orangtua pelaku beserta pihak sekolah sempat mengajukan perdamaian kepada pihak keluarga, karena menimbang pelaku kekerasan adalah anak dibawah umur.

Namun permintaan tersebut tidak membuahkan hasil, dimana orang tua korban merasa tidak puas dengan perlakuan yang diterima anaknya, maka dari itu orang tua korban dengan tegas mengatakan akan melanjutkan ke ranah hukum.

"Kalau pelaku ngajak damai, bisa nggak dia mengembalikan anak saya seperti semula? tidak kan, ya sudah saya tidak mau damai. Dibayar berapa pun saya nggak mau. Karena anak saya cacat lo, saya nggak tau apa efek dari pemukulan kepala belakang ini lima tahun kedepan. Saya berharap pelaku dikeluarkan dari sekolah, dihukum juga, saya nggak tahu hukum apa, ya dibina lah," kata Ibu korban, Lala, Kepada GoRiau.com.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaludin Syam, ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut mengatakan hal serupa, dimana permohonan damai tidak dikabulkan, proses hukum terus berjalan.

"Kasusnya lanjut, karena tidak ada titik temu pada mediasinya. Proses sidik tetap berjalan," kata Awaludin kepada GoRiau.com, Jumat (22/11/2019) petang.

Hingga saat ini, pihaknya telah memanggil sejumlah pihak baik dari sekolah (Kepala Sekolah dan Guru yang berada di dalam kelas saat kekerasan terjadi), keluarga pelaku, keluarga korban, dan teman korban yang berada didalam kelas.

"Ya sejauh ini sudah banyak yang kita periksa, kurang lebih sepuluh orang," tutup Awaludin. ***


GoNews Polsek Limapuluh Tetap Proses Guru SMP di Pekanbaru yang Tampar Siswa
GoNews Polresta Pekanbaru Mintai Keterangan Saksi-saksi Kasus Bullying Pelajar SMPN 38 Pekanbaru
GoNews LPA Riau Sayangkan Kasus Perundungan Siswa SMP di Pekanbaru Terjadi saat Jam Belajar, Pihak Sekolah Sebut Kejadiannya Mendadak
GoNews Sayangkan Kasus Pembullyan di Dunia Pendidikan Kembali Terjadi, DPRD Riau akan Panggil Pihak Sekolah
GoNews Begini Kronologis Pelajar SMP 38 Pekanbaru yang Dibully dan Diancam Guru untuk tidak Menceritakan Hal Sebenarnya
GoNews Viral.., Seorang Anak SMP Dibully dan Dipukuli di Pekanbaru Hingga Patah Hidung, Guru Dalam Kelas Malah Asik Main Hape
GoNews Keluhkan Biaya Dekorasi Kelas, Wali Murid SMPN 34 Pekanbaru Menilai Terlalu Berlebihan
GoNews September 2019, Anak Imigran di Pekanbaru Bisa Ikuti Proses Belajar Mengajar
GoNews Harga Seragam Rp1,9 Juta, Kepsek SMPN 25 Pekanbaru: Tidak Ada Unsur Paksaan
GoNews Berlakukan Sistem Online pada PPDB, Disdik Kota Pekanbaru: Pendaftaran Tetap di Sekolah
GoNews Tahun Ajaran 2019/2020 SMPN Madani Berlakukan Sistem Boarding School
GoNews Kadisdik Pekanbaru, Himbau Guru Tidak lupakan Kewajiban Sebagai Pengajar
GoNews SKTM yang Dibuat Desa atau RT Tidak Berlaku untuk PPDB Tahun Ajaran 2019-2020
GoNews Disdik Kota Pekanbaru: Tahun Ini tak Ada yang Lolos Dalam PPDB Sistem Zonasi
GoNews Berikut Rincian Jumlah Sekolah yang Melaksanakan UNBK dan UNKP 2019 Tingkat SMP dan MTs di Pekanbaru
GoNews Hari ini, Pendaftaran Terakhir Try Out SBMPTN di Faste UIN
GoNews Disdik Kota Pekanbaru akan Renovasi SDN 56 dengan Anggaran Rp700 Juta
GoNews Guru Bermutu di Abad 21 Harus Miliki 4C1K, Ini Penjelasannya
wwwwww