Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
10 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
6 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
12 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Lakukan Penipuan, Puluhan WN China Ditangkap Polisi di Rumah Mewah di Kawasan Slipi

Lakukan Penipuan, Puluhan WN China Ditangkap Polisi di Rumah Mewah di Kawasan Slipi
Senin, 25 November 2019 20:24 WIB
JAKARTA - Polda Metro Jaya menggerebek sebuah rumah di daerah Slipi, Jakarta Barat, dan tempat-tempat lainnya sekaligus mengamankan puluhan warga negara China. Polisi menyebut penggerebekan itu terkait kasus penipuan yang dilakukan para pelaku.

"Ini kasus tentang telecommunication fraud, yaitu penipuan dengan menggunakan media telekomunikasi atau telepon di mana para pelakunya warga negara asing," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Slipi, Jakarta Barat, Senin (25/11/2019).

"Jadi rata-rata ini warga negara dari China atau Tiongkok dan juga korbannya juga sama, korbannya warga negara asing sendiri atau dari China sana," sambungnya.

Yusri mengatakan pihaknya sudah mengintai jaringan penipu itu selama 3 bulan sebelum melakukan penggerebekan. Komplotan ini kerap menipu korbannya dengan cara seolah-olah bisa membantu korban mengurus permasalahannya hingga mengurus administrasi pajak korban.

Setiap beraksi, tersangka menelepon korban dengan cara masuk ke sebuah kotak yang sudah dia buat. Mereka menggunakan kotak itu agar suara ditelepon itu bising agar korban-korban percaya.

"Bagaimana modus operandinya? Mereka bersama-sama mereka biasanya menelepon ke warga negara sana, warga negara asing menyampaikan bahwa 'Anda ada kesalahan sehingga perlu menghubungi'. Ada kesalahan, misalnya pajak, kemudian ada kesalahan kasus di sana. Dia menawarkan untuk dibantu oleh kepolisian di negara sana," ungkap Yusri.

Yusri menyebut para pelaku menawarkan bisa membantu korban dengan syarat mengirimkan uang kepada pelaku. Saat ini polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut.

"Ini masih kita dalami, kita dalami bagaimana sistem sebenarnya. Nanti kita sampaikan," kata Yusri.

Seperti diketahui, polisi menggerebek sebuah rumah mewah yang beralamat di di Blok C/13, Jalan Anggrek Neli Murni II, Slipi, Jakarta Barat. Puluhan warga negara asing ditangkap dalam rumah itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Beladiri, Olympic, Badminton
wwwwww