Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Bahayanya Pemisahan Stafsus Presiden dan Wapres Menurut Pakar Hukum

Bahayanya Pemisahan Stafsus Presiden dan Wapres Menurut Pakar Hukum
Gambar: Tangkapan layar 'Dua Sisi' TV One.
Sabtu, 30 November 2019 10:48 WIB
JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan analisanya terkait keberadaan staf khusus (Stafsus) Wakil Presiden dan staf khusus Presiden yang baru ditetapkan belum lama ini.

Refly, tak menyoal usia milenial atau uzurnya personil stafsus. Yang menjadi soal adalah adanya potensi gangguan terhadap sistem presidensil. Ideal Presiden dan Wapres yang mestinya satu jiwa, satu suara dalam sistem presidensil, bisa terganggu ketika terjadi telat koordinasi lintas stafsus.

"Coba bayangkan misalnya, terhadap satu masalah tiba-tiba muncul staf khusus wakil presiden ngomong A, staf khusus wakil presiden ngomong B, karena belum ada koordinasi," jelasnya.

"Padahal, hal seperti itu tidak boleh terjadi," imbuh Refly.

Ia lantas bercerita pernah diundang di kesekretariatan wakil presiden dan mengajukan pertanyaan.

"Padahal saya pernah diundang kesekretariatan wakil presiden. Apakah itu butuh kesekretariatan sendiri? (saya katakan, red) 'Enggak'. Karena harusnya itu menyatu dengan presidennya," katanya.

"Sehingga gerak langkah presiden dan wakil presidennya itu sekali seirama termasuk stafnya," pungkas Refly.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Badminton
wwwwww