Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
Internasional
13 jam yang lalu
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
2
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
9 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
3
RSO Ikut Kecam Soal Logo Olimpiade Digabungkan Gambar Covid 19
Olahraga
23 jam yang lalu
RSO Ikut Kecam Soal Logo Olimpiade Digabungkan Gambar Covid 19
4
Penyaluran 'Safety Net' yang Tak Tepat Sasaran Bisa Berujung 'Rusuh'
DPR RI
24 jam yang lalu
Penyaluran Safety Net yang Tak Tepat Sasaran Bisa Berujung Rusuh
5
Demokrat Tugaskan Denny Indrayana Tetapkan Pasangan di Pilgub Kalsel
Politik
21 jam yang lalu
Demokrat Tugaskan Denny Indrayana Tetapkan Pasangan di Pilgub Kalsel
6
PBSI Bersyukur Ada Kepastian Waktu Penyelenggaraan
GoNews Group
23 jam yang lalu
PBSI Bersyukur Ada Kepastian Waktu Penyelenggaraan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Bantah Beli Hanura Rp200 M, OSO: Jangan Fitnah, Kasihan Pak Wiranto

Bantah Beli Hanura Rp200 M, OSO: Jangan Fitnah, Kasihan Pak Wiranto
Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang saat konfrensi pers di Hotel Sultan. (GoNews.co)
Rabu, 18 Desember 2019 18:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) membantah isu bahwa Wiranto menjual partai senilai Rp 200 miliar kepadanya.

OSO mengatakan tidak ingin memfitnah Wiranto. "Wah, saya tidak mau memfitnah Pak Wiranto karena nggak benar itu," kata OSO di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

OSO mengaku kasihan Wiranto dituduh menjual partai kepadanya. OSO menegaskan isu itu tidak benar.

"Waduh, itu kasihan Pak Wiranto kalau dituduh menjual partai. Itu nggak bener, saya menolak itu, karena tidak ada hal seperti itu. Yang ada, kita punya komitmen untuk membesarkan Partai Hanura," ungkap OSO.

Sebelumnya, Wiranto juga membantah adanya isu bahwa ia menjual Partai Hanura ke OSO sebesar Rp 200 miliar saat menyerahkan jabatan ketum.

"Saat saya menyerahkan jabatan ketum dari saya ke Pak OSO timbul isu. Oh, Pak Wiranto ini jual partai, dapat Rp 200 miliar. Ini demi Allah saya tidak dapat duit apa pun dari Pak OSO. Bahkan saya larang minta uang dari Pak OSO," kata Wiranto saat konferensi pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Wiranto kemudian menyoroti betapa hancurnya Hanura ketika dipimpin oleh OSO. Dan terbukti, sempat muncul konflik kepengurusan Hanura. Saat itu, muncul kubu OSO dan kubu Sarifuddin Sudding.

"Saya tidak campur tangan dari yang berkonflik. Tapi, di publik saya berseteru dengan Pak OSO. Diskenariokan seperti itu. Saya tidak banyak bicara karena tugas saya menjadi Menkopolhukam dan menyelesaikan masalah nasional," jelas Wiranto.

Wiranto bersyukur karena akhirnya konflik bisa diredam dan Hanura kemudian ikut pemilu. Namun, setelah Hanura ikut pemilu dan tidak lolos ke Senayan, ia heran karena kembali dituding sebagai penyebab anjloknya prestasi partai. "Tidak pernah ada perasaan ingin menghancurkan partai," tutur Wiranto.***


wwwwww