Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
8 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
2
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
3
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
4
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Hukum
9 jam yang lalu
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
8 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
7 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Isu Jual Hanura Rp 200 Miliar ke OSO, Wiranto: Demi Allah Tak Benar Itu

Soal Isu Jual Hanura Rp 200 Miliar ke OSO, Wiranto: Demi Allah Tak Benar Itu
Rabu, 18 Desember 2019 18:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pendiri partai Hanura Wiranto menyatakan mundur dari partainya sebagai Ketua Dewan Pembina. Selain menyatakan mundur, Wiranto juga mengungkapkan deretan kekecewaannya kepada Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Selain itu, Wiranto juga membantah adanya isu bahwa ia menjual Partai Hanura ke OSO sebesar Rp 200 miliar saat menyerahkan jabatan ketum.

"Saat saya menyerahkan jabatan ketum dari saya ke Pak OSO timbul isu. Oh, Pak Wiranto ini jual partai, dapat Rp 200 miliar. Ini demi Allah saya tidak dapat duit apa pun dari Pak OSO. Bahkan saya larang minta uang dari Pak OSO," kata Wiranto saat konferensi pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Wiranto kemudian menyoroti betapa hancurnya Hanura ketika dipimpin oleh OSO. Dan terbukti, sempat muncul konflik kepengurusan Hanura. Saat itu, muncul kubu OSO dan kubu Sarifuddin Sudding.

"Saya tidak campur tangan dari yang berkonflik. Tapi, di publik saya berseteru dengan Pak OSO. Diskenariokan seperti itu. Saya tidak banyak bicara karena tugas saya menjadi Menkopolhukam dan menyelesaikan masalah nasional," jelas Wiranto.

Wiranto bersyukur karena akhirnya konflik bisa diredam dan Hanura kemudian ikut pemilu. Namun, setelah Hanura ikut pemilu dan tidak lolos ke Senayan, ia heran karena kembali dituding sebagai penyebab anjloknya prestasi partai. "Tidak pernah ada perasaan ingin menghancurkan partai," tutur Wiranto.***

wwwwww