Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
13 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Saut Minta Jokowi Main Ke KPK, Ngabalin: Tidak Penting!

Saut Minta Jokowi Main Ke KPK, Ngabalin: Tidak Penting!
Rabu, 18 Desember 2019 19:19 WIB
JAKARTA - Keinginan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar Presiden Joko Widodo berkunjung dan menemui pegawai lembaga antirasuah direspons kurang hangat oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin.

Ia menyebut permintaan yang diutarakan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang itu tidak memiliki urgensi apapun.

"Tidak terlalu penting, tidak terlalu penting," kata Ngabalin kepada wartawan usai mengisi diskusi publik bertajuk 'Pasti Tanpa Korupsi, Peran Penting Dewan Pengawas KPK' di Gado-Gado Boplo, Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/12).

Menurut Ngabalin, Presiden Jokowi tak perlu menghadiri acara seremonial yang dinilai justu hanya memangkas waktu kerja sebagai seorang presiden.

"Terlalu banyak acara-acara seremonial, buang-buang waktu. Presiden harus menyisihkan waktu yang banyak untuk bisa ke mana-mana," tandasnya.

Sebelumnya, menjelang purna tugas pimpinan KPK periode 2015-2019, Saut meminta Jokowi main ke kantor KPK menemui pegawai dan berbicara dengan penyidik mengenai kerja pencegahan korupsi ke depan.

"(Pak Jokowi) main-main lah ke KPK. Ngobrol dengan penyidik, terus dengan tim pencegahan yang sudah keliling Indonesia," kata Saut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww