Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
10 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

UEA Siapkan Investasi untuk Ibu Kota Baru RI

UEA Siapkan Investasi untuk Ibu Kota Baru RI
Dok. Setkab
Senin, 13 Januari 2020 18:59 WIB
JAKARTA - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan dana 22,8 miliar dollar AS untuk berinvestasi di Indonesia melalui Sovereign Welth Fund bersama-sama dengan Masayoshi dari Softbank (Jepang), dan juga dari International Development Finance Corporation (IDFC) Amerika Serikat.

Kesediaan Pemerintah UEA menyiapkan dana investasi yang cukup besar itu disampaikan Putra Mahkota UEA, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1/2020) petang waktu setempat.

“Tadi dibicarakan dari Presiden mengenai sovereign welth fund waktu tete a tete kebetulan saya ada, bahwa Crowned Prince itu berulang kali mengatakan bahwa Indonesia adalah sahabat kami yang sangat dekat. Dan berulang kali beliau mengingatkan bahwa Indonesia penduduk Islam terbanyak. Jadi, mereka ingin berkontribusi bagi negara Indonesia,” kata Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers di Emirate Palace, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1/2020) malam.

Menko Kemaritiman dan Investasi menilai, persetujuan yang disampaikan Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed adalah satu deal terbesar mungkin dalam sejarah Indonesia dalam waktu singkat di negara Timur Tengah yaitu United Emirat Arab. Dengan sovereign welth fund itu, lanjut Luhut, UEA akan masuk berinvestasi dalam pembangunan Ibu Kota Baru di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Bahkan, Luhut mengemukakan, Presiden Jokowi meminta agar Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed menjadi Dewan Pengarah di pembangunan Ibu Kota Baru itu.

Selain itu, menurut Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, UEA juga ingin masuk berinvestasi dalam pembangunan di Aceh.

“Aceh itu mereka sangat masuk ingin masuk properti. Nah, minggu depan kami akan tadi apa perintah Presiden, Gubernur Aceh, dan tokoh-tokoh di situ untuk bicara ini karena mereka ada beberapa persyaratan itu mereka masuk,” ungkapnya.

Luhut menjelaskan, rencana tersebut sempat disentuh oleh adik Putra Mahkota UEA, yaitu Sheikh Hamid. Alasannya Sheikh Hamid masuk di Aceh karena jarak terbang dari Abu Dhabi itu hanya kira-kira 5 jam lebih.

“Jadi, saya pikir ini satu langkah yang hebat dan berlanjut dari ini Februari tanggal 11 di sini nanti akan berkumpul lagi MBS, MBZ, ah dan boleh dan juga mungkin Masayoshi. Nanti akan bicara lagi, lagi, lagi bicara mengenai mereka masuk ke Indonesia melalui sovereign well fund,” terang Luhut.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mewanti-wanti agar kesediaan UEA itu nanti ditafsirkan bahwa kita seperti mau bebas begitu. Menurut Luhut, MBZ melalui adiknya tadi Sheikh Hamid mengingatkan berkali-kali lagi pokoknya yang lead harus Indonesia.

“Jadi, ini saya kira tawaran yang sangat bagus sekali,” ujar Luhut.

Mengenai teknis investasi UEA itu, Luhut menjelaskan, akan banyak di BUMN, di Petrochemical dan sebagainya. Sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam konperensi pers itu menyampaikan, dalam pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dengan Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed itu dihasilkan 16 kerja sama. Rinciannya 5 kerja sama sifatnya G to G, sementara 11 kerja sama yang lain sifatnya adalah business.

“Untuk G to G nya adalah di bidang pendidikan Islam, kemudian kesehatan, kemudian pendidikan itu sendiri, terus kemudian dari agrikultur, dan untuk counter terrorism. Sedang yang 11 lainnya adalah sifatnya B to B (Business to Business),” jelas Menlu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Setkab
Kategori:Badminton, Ekonomi, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww