Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Kata Ombudsman soal Transparansi di Asabri

Kata Ombudsman soal Transparansi di Asabri
Suasana kantor Asabri per Desember 2019. (Foto: Republika)
Sabtu, 18 Januari 2020 14:01 WIB
JAKARTA - Komisioner Ombudsman Alamsyah Saragih bicara soal transparansi PT Asabri (Persero). Dugaan ugal-ugalan pun disebut dalam sebuah diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2020).

Alamsyah mengatakan, bahwa pada 2016, PT Asabri sempat mencantumkan laporan tahunan atau annual report di situs resminya. Selain itu perusahaan plat merah itu juga menampilkan daftar investasinya.

"2017 laporan tahunan di-publish di situs tetapi sudah tanpa daftar investasi," kata Alamsyah dalam diskusi bertajuk 'Jiwasraya dan Prospek Asuransi' itu.

Di tahun berikutnya, PT Asabri malah sama sekali tidak mencantumkan laporan tahunan di situs resminya. Padahal menurut Alamsyah, perusahaan asuransi itu harus berjalan sesuai dengan aturan yang diterapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Dia harus punya delta tertentu di luar border itu patut dicurigai, satu memang ugal-ugalan, kedua cheating jadi bisa jadi dia beli saat tinggi, turun mendekati harga pasar, tetapi dapat untung dengan praktik pearhousing," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) Sonny Widjaja, menegaskan siap menempuh jalur hukum terkait pernyataan tak sesuai fakta soal perseroannya.

Ia mengimbau pihak-pihak yang ingin berbicara tentang Asabri untuk menggunakan data dan fakta yang sudah terverifikasi.

"Hentikan pendapat membicarakan yang cenderung tendensius dan menjurus negatif yang mengakibatkan kegaduhan,” ujar Sonny di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Jika hal ini terus berlangsung, pernyataan-pernyataan keliru tentang perseroannya terus beredar, Ia menegaskan, "maka dengan sangat menyesal, saya akan menempuh jalur hukum,".

"Mari kita sama-sama berpikir jernih dan positif. Terima kasih,” tandas Sonny.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Ekonomi, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww