Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
22 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
22 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Badminton

PAN Merosot, Kesalahan Manajemen Partai di Kepemimpinan Zulhas Disinggung

PAN Merosot, Kesalahan Manajemen Partai di Kepemimpinan Zulhas Disinggung
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas). (Dok. GoNews)
Sabtu, 18 Januari 2020 16:01 WIB
JAKARTA - Ketua DPP PAN Noviantika Nasution mengaku sedih dan prihatin terhadap perolehan kursi PAN di Senayan. Apalagi, saat ini partai berlambang matahari terbit itu hanya menempati ranking bontot di DPR.

“Sedih. Enggak ada kader yang bersedih atau prihatin kalau perolehan partainya menurun,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Partai yang berdiri pasca reformasi itu hanya mendapat urutan delapan dari sembilan partai politik di Senayan. PAN cuma mendapat 44 kursi di Pemilu 2019 atau menurun empat kursi dari periode sebelumnya.

Melanjutkan keterangannya, Noviantika menyebutkan penyebab kursi PAN menurun di Pemilu 2019. Salah satunya karena kesalahan dalam manajerial partai.

“Kalau DPP Partai melakukan proses tata kelola yang baik, tentu ke bawahnya akan baik juga,” katanya.

Selain itu, lanjut Noviantika, diperlukan kepemimpinan yang kuat dan memiliki kapasitas dalam memimpin partai.

“Itu diperlukan agar kursi PAN tak lagi menurun,” kata pendudukung bakal calon Ketua Umum PAN, Asman Abnur itu.

Noviantika optimis, bekas Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpanrb) itu akan berupaya agar perolehan kursi PAN di Pemilu 2024 tak lagi anjlok.

“Beliau ingin sekali suara dan kursi PAN di Pemilu 2024 kembali naik,” katanya.

Dalam konferensi pers deklarasi kesiapan maju sebagai Calon Ketua Umum PAN kemarin, Asman memang menyatakan, "dengan modal 20 tahun jadi politikus, 2 tahun jadi menteri, dan juga program-program saya ke depan tentunya, insyaallah PAN bisa melahirkan pemimpin-pemimpin nasional yang bermanfaat untuk negeri,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Badminton
wwwwww