Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
16 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
12 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
24 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Riau

Kejari Tunggu Hasil Audit BPKP, Terkait Dugaan Korupsi Belanja BBM Dinas PUPR Pelalawan

Kejari Tunggu Hasil Audit BPKP, Terkait Dugaan Korupsi Belanja BBM Dinas PUPR Pelalawan
Kajari Pelalawan, Nophy T Suoth SH MH
Selasa, 21 Januari 2020 18:09 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Penanganan perkara dugaan korupsi belanja bahan bakar minyak (BBM) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan akan segera memasuki babak baru.

Saat ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan masih menunggu rampungnya hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau.

"Masih perhitungan di BPKP," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelalawan, Nophy T Suoth SH MH, Selasa (21/1/2020).

Ia menyampaikan, setelah didapat hasil audit dari BPKP maka Kejaksaan dapat menentukan siapa yang paling bertanggung jawab dalam kasus rasuah tersebut.

"Setelah ini kami bisa menentukan siapa yang paling bertanggung jawab. Mudahan tak terlalu lama hasil proses audit sudah didapat," katanya.

Kajari Nophy menyebutkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi baik pejabat di Dinas PUPR Pelalawan maupun pihak swasta dalam hal ini pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU).

"Saksi-saksi sudah kita panggil, dari Dinas PU maupun pihak swasta," sebutnya, kepada GoRiau.

Diberitakan sebelumnya, dugaan korupsi pengadaan BBM dan Pelumas Dinas PUPR Pelalawan terjadi selama kurun waktu dua tahun, yakni tahun anggran 2015 hingga 2016 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pelalawan.

Selama dua tahun total anggaran sebesar Rp 8,7 miliar, dengan rincian tahun 2015 sebesar Rp 4 miliar dan tahun 2016 sebesar Rp 4,7 miliar.*

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww