Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sesi Terakhir Wirasena Youth Camp 2026: Peserta Tulis Komitmen Nyata sebagai Penggerak
Kemenpora
24 jam yang lalu
Sesi Terakhir Wirasena Youth Camp 2026: Peserta Tulis Komitmen Nyata sebagai Penggerak
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
8 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
4
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Hukum
8 jam yang lalu
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
6 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Riau

Gandeng WWF, Kejari Kuansing akan Sosialisasi Perlindungan Satwa Liar

Gandeng WWF, Kejari Kuansing akan Sosialisasi Perlindungan Satwa Liar
Harimau Sumatera (foto: int).
Rabu, 22 Januari 2020 13:46 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Jika tak ada aral melintang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi satwa liar yang dilindungi.

Hal itu disampaikan Kajari Kuansing Hadiman, SH, MH melalui Kasi Pidum Samsul Sitinjak, SH pada Rabu (22/1/2020) di ruang kerjanya.

"Kita akan menggandeng WWF untuk sosialisasi perlindungan satwa ini. Kemaren kita sudah jumpa dengan WWF dan untul pelaksanaannya kemungkinan pada Februari mendatang," ujar Samsul.

Dikatakan Samsul, pelaksanaan sosialisasi ini didasari adanya kasus satwa liar seperti harimau masuk ke pemukiman masyarakat. Begitu juga dengan adanya kasus kematian harimau sedang mengandung karena terjerat di Kuansing.

"Jadi, nantinya kegiatan ini dipusatkan di daerah-daerah yang berdampingan dengan kawasan satwa liar. Seperti di Singingi dan kecamatan yang diperkirakan adanya satwa liar," ujar Samsul.

Sosialisasi perlindungan satwa diharapkan masyarakat Kuansing punya pemahaman mana saja satwa yang dilindungi dan mana yang tidak.

"Sehingga, tidak ada lagi konflik antara manusia dan satwa liar. Kita juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pemburuan terhadap satwa yang dilindungi tersebut," tutup Samsul.***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww