Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
13 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Tak Terima Ucapan Rasis Yasona Laoly, Warga Tanjung Priok Lumpuhkan Jalan Rasuna Said

Tak Terima Ucapan Rasis Yasona Laoly, Warga Tanjung Priok Lumpuhkan Jalan Rasuna Said
Aksi massa Priok di Rasuna Said. Kendaraan yang diparkir saat aksi massa Priok di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1). Foto: kumparan
Rabu, 22 Januari 2020 14:41 WIB
JAKARTA - Warga Tanjung Priok berdemo di depan Gedung KemenkumHAM di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/1).

Akibat demo tersebut, jalan di depan Gedung KemenkumHAM tersebut lumpuh, tertutup kerumunan massa yang menuntut permintaan maaf dari MenkumHAM Yasonna Laoly.

Dilansir dari kumparan.com pada pukul 12.10 WIB, motor-motor warga yang berdemo tampak berjajar memenuhi ruas jalan di depan Gedung KemenkumHAM. Hanya satu ruas jalan saja yang bisa digunakan.

Selain tertutup kendaraan yang terparkir, lalu lintas juga tertutup oleh warga yang berdemo. Sementara itu, di Jalan Rasuna Said arah ke Mampang, lalu lintas tersendat karena tertutup beberapa kendaraan massa yang terparkir.

Warga Tanjung Priok mulai berkumpul di depan Gedung KemenkumHAM sekitar pukul 11.40 WIB. Mereka membawa sejumlah poster yang berisi protes terhadap MenkumHAM Yasonna Laoly.

"Yasonna mana? Yasonna mana? Priok datang bawa pasukan! Priok bukan kriminal!" teriak warga yang berdemo.

Menurut koordinator aksi, Dimas, sebenarnya mereka datang hanya dengan membawa satu tuntutan saja. Mereka meminta Yasonna Laoly meminta maaf kepada warga Tanjung Priok.

“Tuntutan kami cuma satu Bapak Yasonna segera meminta maaf. Artinya kami ke sini bukan hanya meminta klarifikasi beliau, tetapi juga memperbaiki nama baik Tanjung Priok," ucap Dimas.

Aksi ini berawal dari ucapan Yasonna Laoly yang membandingkan tingkat kriminalitas di Tanjung Priok dengan di kawasan elite Menteng.

Menurut Yasonna Laoly, kejahatan lebih banyak terjadi di kawasan Tanjung Priok karena memiliki titik daerah kumuh yang lebih banyak. "Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah miskin. Slum area, bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak (banyak kriminalitas). Tapi coba Anda pergi di Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan,” ucap Yasonna Laoly dalam sambutannya dalam Deklarasi Resolusi Permasyarakatan 2020 di Lapas Narkotika IIA, Jakarta Timur, Kamis (16/1) lalu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:KUmparan.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww