Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
10 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

Warga Menolak Bocah Korban Penganiayaan Ayah Tiri Dibawa Ibunya

Warga Menolak Bocah Korban Penganiayaan Ayah Tiri Dibawa Ibunya
Ilustrasi: Ist.
Jum'at, 07 Februari 2020 06:44 WIB
LAMPUNG - IB, seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun di Kelurahan Surabaya, Bandar Lampung, menjadi korban penganiayaan ayah tirinya, Wawan, sejak tahun 2017.

Wawan menyiksa IB dengan cara memukul kepala bocah itu menggunakan palu dan pompa ban, kaki IB direndam di air panas hingga melepuh, dan bibir atas IB disundut rokok.

Ketua RT setempat, Suparno, Wawan yang berprofesi sebagai tukang rongsok adalah suami siri ibu IB. Keluarga Wawan mengontrak di lingkungannya dalam 4 bulan terakhir.

Suparno mengatakan, sejak pelaku ditangkap dan ditahan, IB tinggal di rumahnya. Saat ini IB masih dalam kondisi trauma, dan takut berdekatan dengan pria dewasa.

"Warga sini juga menolak kalau korban diambil sama ibunya," kata Suparno dikutip dari Kompas.com, Jumat (7/2/2020).

Kapolsek Kedaton, Komisaris Daud mengatakan, pihaknya menjerat Wawan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Kompas.com
Kategori:Lampung, DKI Jakarta, Beladiri, Olympic, Badminton
wwwwww