Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
MPR RI
9 jam yang lalu
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
2
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
DPR RI
9 jam yang lalu
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
3
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
MPR RI
9 jam yang lalu
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
4
Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah
DPD RI
9 jam yang lalu
Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah
5
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
DPD RI
9 jam yang lalu
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
6
Pandemi dan Bagaimana Negara beserta Masyarakat Memenuhi Hak Anak
DPR RI
23 jam yang lalu
Pandemi dan Bagaimana Negara beserta Masyarakat Memenuhi Hak Anak
Home  /  Berita  /  GoNews Group

BI: Sentimen Corona Belum Berdampak Besar dan Diasumsikan Pulih dalam Waktu Cepat

BI: Sentimen Corona Belum Berdampak Besar dan Diasumsikan Pulih dalam Waktu Cepat
Foto: Ist.
Jum'at, 14 Februari 2020 14:51 WIB
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) masih menghitung resiko terkait dampak virus korona terhadap perekonomian Indonesia. Apalagi hubungan neraca dagang antara Tiongkok dengan Indonesia cukup signifikan.

“Ya terlalu singkat kalo kita bilang sebagai dampak yang permanen, tapi kan sekarang positif berita cukup bagus bahwa ada indikasi vaksinnya sudah ditemukan,” ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dodi Budi Waluyo di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/2/2020) kemarin.

Virus korona ini disebut tidak mempengaruhi perdagangan global secara signifikan. Jika terpengaruh pun, ia memprediksi akan pulih dalam waktu kurang dari setengah tahun.

“Sentimen ini belum mempengaruhi sih perdagangan global melambat maupun ekspor impor berkurang, kita masih belum bisa langsung mengatakan ini berpengaruh besar, kita mengasumsikan akan pulih dalam waktu cepat (jika terpengaruh), 3 sampai 6 bulan,” tuturnya.

Langkah yang diambil pemerintah agar Indonesia perekonomiannya tidak terdampak signifikan adalah dengan kebijakan impor yang terbuka. Ia merasa hal itu dapat menjadi salah satu faktor untuk memperlambat dampak virus korona terhadap perekonomian Indonesia.

“Kalo dampak ke pasar keuangan rupiah masih stabil jadi jangan lihat sebagai risiko ya, jangan lihat ini permanen, masih terlampau singkat menjadikan ini skenario pelemahan,” tuturnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Jawapos
Kategori:DKI Jakarta, Pemerintahan, Ekonomi, GoNews Group

wwwwww