Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapal China Kepergok Lintasi Laut Indonesia, Sukamta: Tenggelamkan!
Politik
18 jam yang lalu
Kapal China Kepergok Lintasi Laut Indonesia, Sukamta: Tenggelamkan!
2
Usai Pesawat Sriwijaya Air, Prediksi Mbak You soal Gempa Kini Terbukti
Peristiwa
11 jam yang lalu
Usai Pesawat Sriwijaya Air, Prediksi Mbak You soal Gempa Kini Terbukti
3
Kemenpora Berencana Vaksinasi Atlet, Hetifah Tekankan Skema Prioritas
DPR RI
20 jam yang lalu
Kemenpora Berencana Vaksinasi Atlet, Hetifah Tekankan Skema Prioritas
4
Soal Realisasi Anggaran Tahun 2020, Menpora Dapat Apresiasi Komisi X DPR RI
Olahraga
18 jam yang lalu
Soal Realisasi Anggaran Tahun 2020, Menpora Dapat Apresiasi Komisi X DPR RI
5
GG PAN: Pemecatan Arief Budiman Harus Jelas dan Terukur
Politik
19 jam yang lalu
GG PAN: Pemecatan Arief Budiman Harus Jelas dan Terukur
6
Fraksi PKS DPR Minta BPK Komitmen Awasi Penyaluran Dana Penanganan Covid-19
Politik
18 jam yang lalu
Fraksi PKS DPR Minta BPK Komitmen Awasi Penyaluran Dana Penanganan Covid-19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Banjir Memang Bukan 'Force Majeur', Sukur Minta Semua Pihak Bersatu Dukung Langkah Pemerintah

Banjir Memang Bukan Force Majeur, Sukur Minta Semua Pihak Bersatu Dukung Langkah Pemerintah
Anggota Komisi V DPR RI, Sukur Nababan (kanan). (Foto: KWP)
Kamis, 27 Februari 2020 19:37 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI, Sukur Nababan meminta seluruh pihak untuk bisa menepis perbedaan pandangan dan warna identitas politik, guna mencapai kesamaan frekuensi kepentingan bahwa persoalan banjir harus diatasi demi rakyat.

Dalam sebuah diskusi bertajuk "Banjir, Bencana atau Ketidakpahaman?" yang digelar di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020) Sukur menegaskan pentingnya "sebuah solusi,".

"Banjir ini bukan force majeur kalau force majeur itu kan yang tidak terduga-duga. Banjir ini bukan force majeur, (tapi, red) major banjir ini sebenarnya. Kita bisa eliminasi, bisa kita kurangi dampak-dampak yang sangat luar biasa sekali," kata Sukur dalam paparannya yang mengungkap sederet derita masyarakat yang terdampak banjir.

"Ayo Kita duduk bareng! Kita tepikan perbedaan kita; perbedaan warna, perbedaan politik, perbedaan apapun. Kita harus bersatu, kita harus duduk bersama. Sudah tidak bisa lagi kita saling menyalahkan!" kata Sukur.

Sukur menegaskan, tidak ada gunanya jika para pihak yang berkepentingan, atau yang bertanggungjawab, melulu berdebat saling menyalahkan. "Si A melakukan ini, si B melakukan ini,".

"Saatnya untuk berhenti kita saling menyalahkan, saatnya kita berhenti untuk saling membuli," pinta Sukur.

Di hadapan puluhan awak warta, Tulus memohon, agar pers secara bersama-sama juga mendorong pengambilan keputusan dan berhenti saling menyalahkan, "berhenti membangun opini-opini tersendiri,".

"Mari kita duduk bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, terus kemudian Pemerintah Kabupaten/Kota yang menyanggah ibu kota kita ini!" seru Sukur.

Seperti diketahui, sebagian Jakarta kembali digenangi air pasca hujan lebat beberapa hari kemarin. Per Rabu (26/2/2020), NTMC Polda Metro Jaya melaporkan, 6 ruas jalanan Ibu Kota digenanangi air dengan ketinggian mulai dari 15-50 cm.

Banjir kali ini, bukanlah yang pertama kali di muka tahun 2020. Januari lalu, Ibu Kota Jakarta dikepung banjir. Di saat yang sama, sejumlah daerah juga mengalami bencana serupa. Kabupaten Lebak, Banten, malah menetapkan status Tanggap Darurat Banjir karena banjir bandang telah menghayutkan sekian banyak rumah dan beberapa sekolah, serta beberapa korban dinyatakan meninggal dunia.***

wwwwww