Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
12 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
17 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
9 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
7 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
6 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Badminton
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Gagahnya Pemain PSM Makassar Pakai Baju Adat

Gagahnya Pemain PSM Makassar Pakai Baju Adat
Jum'at, 28 Februari 2020 01:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MAKASSAR - Penampilan pemain PSM Makassar memang beda pada saat lauching tim di pelataran Stadion Andi Mattalatta Mattoangin Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/2/2020) malam. Para pemain tim Juku Eja terlihat gagah saat berada di atas panggung dengan mengenakan baju adat Bugis Makassar.

Alunan musik tradisional serta tarian adat menambah meriah suasana pengenalan tim PSM Makassar. Launchng yang sekaligus dirangkaikan peluncuran sponsor Juku Eja disaksikan ribuan suporter.

PSM memperkenalkan total 32 pemain sekaligus dengan nomor punggung yang akan dikenakan. Dari 32 pemain itu, tercatat ada sebelas wajah baru.

CEO PSM, Munafri Arifuddin mengungkapkan, manajemen sengaja menghadirkan nuansa Bugis Makassar untuk membangkitkan semangat tim dan suporter menyambut Shopee Liga 1 2020.

"Hari ini kami hadir dengan pakaian adat, layaknya orang yang akan berperang. Kami ingin memperlihatkan kepada seluruh warga Sulsel bahwa inilah pejuang bola yang tidak akan mempermalukan kota ini. Mereka memang datang dari daerah dan negara berbeda, tapi setelah ada di PSM, tidak ada kata lain selain mengibarkan panji-panji kemenangan," kata Munafri.

Munafri pun berharap dukungan total dari pecinta PSM Makassar. Ia menegaskan agar para suporter jangan segan mengkritik jika memang PSM tampil buruk.

"Berikanlah mereka kritik yang membangun, tapi satu pesan saya jangan menghina mereka. Hargailah keringat dan kerja keras mereka untuk membesarkan PSM," ucap Munafri.  ***

wwwwww