Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
14 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
2
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
15 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
14 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
14 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
5
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
15 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
14 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Gagahnya Pemain PSM Makassar Pakai Baju Adat

Gagahnya Pemain PSM Makassar Pakai Baju Adat
Jum'at, 28 Februari 2020 01:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MAKASSAR - Penampilan pemain PSM Makassar memang beda pada saat lauching tim di pelataran Stadion Andi Mattalatta Mattoangin Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/2/2020) malam. Para pemain tim Juku Eja terlihat gagah saat berada di atas panggung dengan mengenakan baju adat Bugis Makassar.

Alunan musik tradisional serta tarian adat menambah meriah suasana pengenalan tim PSM Makassar. Launchng yang sekaligus dirangkaikan peluncuran sponsor Juku Eja disaksikan ribuan suporter.

PSM memperkenalkan total 32 pemain sekaligus dengan nomor punggung yang akan dikenakan. Dari 32 pemain itu, tercatat ada sebelas wajah baru.

CEO PSM, Munafri Arifuddin mengungkapkan, manajemen sengaja menghadirkan nuansa Bugis Makassar untuk membangkitkan semangat tim dan suporter menyambut Shopee Liga 1 2020.

"Hari ini kami hadir dengan pakaian adat, layaknya orang yang akan berperang. Kami ingin memperlihatkan kepada seluruh warga Sulsel bahwa inilah pejuang bola yang tidak akan mempermalukan kota ini. Mereka memang datang dari daerah dan negara berbeda, tapi setelah ada di PSM, tidak ada kata lain selain mengibarkan panji-panji kemenangan," kata Munafri.

Munafri pun berharap dukungan total dari pecinta PSM Makassar. Ia menegaskan agar para suporter jangan segan mengkritik jika memang PSM tampil buruk.

"Berikanlah mereka kritik yang membangun, tapi satu pesan saya jangan menghina mereka. Hargailah keringat dan kerja keras mereka untuk membesarkan PSM," ucap Munafri.  ***


wwwwww