Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
19 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
17 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
12 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
19 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Hadapi Bali United, Widodo C Putro: Peluang 50-50

Hadapi Bali United, Widodo C Putro: Peluang 50-50
Jum'at, 28 Februari 2020 00:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution
DENPASAR – Persita Tangerang memilih tiba di Bali lebih cepat dari biasanya. Dari regulasi, tim tamu di Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020 harus sudah ada di kota asal tim tuan rumah H-2 sebelum pertandingan. Persita sendiri sudah tiba Kamis (27/2/2020) untuk persiapan menghadapi Bali United di laga perdana.

Paling ditunggu adalah sosok Widodo Cahyono Putro. Pelatih yang akrab disapa WCP ini menjadi salah satu aktor sejarah Bali United. Pada musim 2017, pelatih kelahiran Cilacap, Jawa Tengah tersebut berhasil membawa klub berjuluk Serdadu Tridatu tersebut menjadi runner up di bawah Bhayangkara FC.

Kenangan baik suka maupun duka, tentu tidak akan pernah dilupakannya. Tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, wajahnya cukup sumringah. Beberapa orang di bandara juga menyapanya. Namun dia tetap fokus untuk persiapan menghadapi mantan klubnya tersebut.

WCP menilai, peluang skuadnya untuk memenangkan pertandingan perdana masih 50:50. “Sebelum pertandingan, peluang masih sama 50:50. Kami realistis saja. Bali ini tim yang besar dan sulit mengalahkan mereka di kandang sendiri,” ujar WCP.

Meskipun sedikit merendah, WCP mengaku jika sepak bola bukanlah matematika yang bisa diprediksi. Menurutnya, apapun masih bisa tejadi. 

“Kalau ada kesmepatan untuk mengalahkan mereka (Bali United) mengapa tidak? Yang jelas, saya cukup senang bisa kembali lagi ke Bali meskipun sebagai lawan," tutup WCP.  ***

wwwwww