Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Ada Pergeseran Indikasi, Orang Positif Corona bisa Tak Terdeteksi

Ada Pergeseran Indikasi, Orang Positif Corona bisa Tak Terdeteksi
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk kasus Corona, Achmad Yurianto. (Foto: Media Indonesia)
Jum'at, 06 Maret 2020 07:35 WIB
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk kasus Corona, Achmad Yurianto, mengungkap penyebab orang positif corona tak tertedeksi di pintu-pintubmasuk bandara.

"Kenapa tidak terdeteksi? Karena sekarang terjadi pergeseran bahwa kasus infesksi ini gejalanya sekarang lebih ringan sehingga orang dengan virus yang positif tapi gejala yang muncul ringan, tidak telalu berat," kata Achmad Yurianto di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020).

Yurianto mengatakan banyak pasien positif korona tak lagi mengalami batuk, dan panas tinggi. Bahkan dari beberapa laporan yang diterima Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, banyak pasien yang asimtomatis atau tidak menunjukkan gejala.

"Ini bisa dimaknai bahwa virus yang masuk ke dalam dirinya tidak sempat mereplikasi, tidak sempat beranak pinak. Kalau dia bisa beranak pinak menjadi banyak pasti orang itu akan panas," kata dia dalam lansiran mediaindonesia.com.

Achmad menyebutkan, terbatasnya virus korona dalam tubuh seseorang disebabkan dua kemungkinan. Pertama, imunitas seseorang tinggi sehingga bisa menekan perkembangan virus.

"Kedua, virusnya memang sudah semakin lemah. Inilah yang kemudian kenapa inkubasinya kok tidak lagi 14 hari. Karena daya tahan tubuhnya bagus. Maka ditetapkan masa inkubasinya menjadi 2 kali 14 hari," tegas Achmad.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Voli, Lingkungan, DKI Jakarta
wwwwww