Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Data Terbatas Pasien Corona Beredar, Polri Masih Tunggu Laporan

Data Terbatas Pasien Corona Beredar, Polri Masih Tunggu Laporan
Ilustrasi: GoNews.co
Jum'at, 06 Maret 2020 07:50 WIB
JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Kombes Asep Adi Saputra menyatakan, pihaknya masih menunggu laporan pihak yang dirugikan terkait beredarnya data pribadi pasien Corona atau Covid 19.

"Pelaporan harus dilakukan oleh orang yang dirugikan secara langsung," kata Asep di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2020).

Asep menjelaskan, hukum memang mengatur bahwa data pasien yang tidak boleh disebutkan tanpa izin pasien. Pasal 32 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Pasal 54 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, bisa menjadi dasar untuk proses hukum atas penyebaran tanpa hak terkait data pasien Corona.

Jika penyebaran melalui jejaring elektronik, maka dapat juga diterapkan Pasal 26 dan 45 Undang-Undang ITE.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Beladiri, Badminton
wwwwww