Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
10 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton
Rahayu Kertawiguna

Raih Penghargaan Produser Pejuang Hak Cipta

Raih Penghargaan Produser Pejuang Hak Cipta
Rahayu Kertawiguna CEO Nagaswara Music
Jum'at, 13 Maret 2020 22:26 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Sebagai produser rekaman suara musik, Rahayu Kertawiguna tidak hanya produktif dalam melahirkan karya musik, penyanyi dan musisi tapi juga gigih dalam memperjuangkan hak karya cipta. Berkat kegigihannya dalam memperjuangkan hak cipta, pemilik label Nagaswara Music ini diganjar penghargaan Produser Pejuang Hak Cipta oleh PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia). 

Sebagai salah satu tokoh musik nasional, Rahayu yang juga Wakil Ketua Umum PAPPRI, dianggap memberikan kontribusi, berjasa serta berdedikasi terhadap pengembangan musik di Indonesia.

"Saya tidak pernah membayangkan akan memperoleh penghargaan ini. Karena, sejak awal memperjuangkan persoalan hak cipta musik di tanah air, sungguh tidak mudah. Hingga hari ini, kita masih berhadapan dengan mereka yang merampas dan tidak menghargai hak-hak para musisi," ujar Rahayu Kertawiguna usai menerima penghargaan Produser Pejuang Hak Cipta di gedung Perpustakaan Nasional Kebon Sirih Jakarta Pusat Rabu (11/3/2020). 

Diakui Rahayu, penghargaan yang ia terima tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Sejak terjun ke industri musik, Rahayu langsung memperjuangakan hak cipta bagi musisi dan pelaku industri musik.

Bahkan, saat ini, Nagaswara Publisherindo Music (NPM) yang mewakili pencipta lagu “Lagi Syantik” tengah berjuang di Pengadilan Nageri (PN) Jakarta Pusat melawan keluarga Gen Halilintar atas dugaan pelanggaran hak cipta lagu tersebut.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada PAPPRI atas penghargaan ini. Apa yang saya peroleh ini adalah penghargaan bersama bagi mereka yang juga terus memperjuangkan hak cipta bagi para musisi tanah air,” kata Rahayu Kertawiguna.

Rahayu sosok pengusaha rekaman yang terbilang unik. Mengawali usaha sebagai desainer cover kaset di awal tahun 1980-an, Rahayu kemudian benar-benar terjun ke dunia rekaman dengan mendirikan Nagaswara pada 9 September 1999.

Ia tidak menyebutkan perusahaan rekamannya sebagai Major Label melainkan Big Indie. Nagaswara tak ubahnya rumah bagi penyanyi/ band indie. Nagaswara membuka pintu selebar-lebarnya bagi seniman musik yang ingin berkarya. ***

wwwwww