Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
16 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
13 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
12 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
18 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Masa Reses, Ketua DPD Minta Senator Pantau Kesiapan Daerah Hadapi Corona

Masa Reses, Ketua DPD Minta Senator Pantau Kesiapan Daerah Hadapi Corona
Foto: DPD RI
Jum'at, 13 Maret 2020 22:34 WIB
JAKARTA - Jadwal Reses anggota DPD RI yang masih berlangsung hingga 22 Maret mendatang sebaiknya juga diisi dengan melihat secara langsung kesiapan pemerintah daerah (Pemda) dalam menghadapi ancaman pandemi virus Corona COVID-19.

Hal itu disampaikan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Dalam siaran persnya, LaNyalla menghimbau agar semua senator di dapil masing-masing di 34 provinsi dapat melihat secara langsung bagaimana daerah melakukan mitigasi bencana terkait virus ini.

"Termasuk kita dapat mengetahui apa yang dikeluhkan pemerintah daerah yang dapat kita suarakan ke pusat," ujarnya.

Sebaiknya, urai LaNyalla, diluangkan waktu di masa reses ini untuk bertemu kepala daerah, kepala dinas kesehatan dan direktur rumah sakit rujukan di daerah. Terutama bagaimana kesiapan daerah-daerah di luar Jawa.

"Sehingga nantinya dapat kita petakan setelah reses usai, untuk menjadi fokus bahasan di alat kelengkapan DPD," kata LaNyalla.

Karena, LaNyalla melanjutkan, dirinya yakin beberapa daerah masih mengalami hambatan dan keterbatasan beberapa hal dalam melakukan mitigasi bencana ini.

"Terutama kesiapan rumah sakit rujukan. Berapa ruang isolasi yang disiapkan? Apa peralatan yang kurang? Intinya, semangat kita membantu daerah untuk lebih siap," tuturnya.

Menurut mantan ketua umum Kadin Jatim ini, melakukan mitigasi secepatnya sangat penting. Karena perkembangan jumlah orang yang dirawat semakin hari semakin bertambah.

"Prinsip mitigasi kan upaya kita untuk mengurangi resiko bencana, melalui beberapa cara. Nah ini yang penting kita lihat. Seberapa serius," pungkasnya.

Seperti diberitakan sejumlah media, kasus orang teridentifikasi positif virus Corona COVID-19 di wilayah Indonesia terus bertambah. Kini ada 69 kasus positif Corona. Dari 69 kasus ini, total ada 4 orang yang telah meninggal dunia. Sebaliknya, ada 5 orang yang dinyatakan sembuh.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww