Masa Reses, Ketua DPD Minta Senator Pantau Kesiapan Daerah Hadapi Corona

Masa Reses, Ketua DPD Minta Senator Pantau Kesiapan Daerah Hadapi Corona
Foto: DPD RI
Jum'at, 13 Maret 2020 22:34 WIB
JAKARTA - Jadwal Reses anggota DPD RI yang masih berlangsung hingga 22 Maret mendatang sebaiknya juga diisi dengan melihat secara langsung kesiapan pemerintah daerah (Pemda) dalam menghadapi ancaman pandemi virus Corona COVID-19.

Hal itu disampaikan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Dalam siaran persnya, LaNyalla menghimbau agar semua senator di dapil masing-masing di 34 provinsi dapat melihat secara langsung bagaimana daerah melakukan mitigasi bencana terkait virus ini.

"Termasuk kita dapat mengetahui apa yang dikeluhkan pemerintah daerah yang dapat kita suarakan ke pusat," ujarnya.

Sebaiknya, urai LaNyalla, diluangkan waktu di masa reses ini untuk bertemu kepala daerah, kepala dinas kesehatan dan direktur rumah sakit rujukan di daerah. Terutama bagaimana kesiapan daerah-daerah di luar Jawa.

"Sehingga nantinya dapat kita petakan setelah reses usai, untuk menjadi fokus bahasan di alat kelengkapan DPD," kata LaNyalla.

Karena, LaNyalla melanjutkan, dirinya yakin beberapa daerah masih mengalami hambatan dan keterbatasan beberapa hal dalam melakukan mitigasi bencana ini.

"Terutama kesiapan rumah sakit rujukan. Berapa ruang isolasi yang disiapkan? Apa peralatan yang kurang? Intinya, semangat kita membantu daerah untuk lebih siap," tuturnya.

Menurut mantan ketua umum Kadin Jatim ini, melakukan mitigasi secepatnya sangat penting. Karena perkembangan jumlah orang yang dirawat semakin hari semakin bertambah.

"Prinsip mitigasi kan upaya kita untuk mengurangi resiko bencana, melalui beberapa cara. Nah ini yang penting kita lihat. Seberapa serius," pungkasnya.

Seperti diberitakan sejumlah media, kasus orang teridentifikasi positif virus Corona COVID-19 di wilayah Indonesia terus bertambah. Kini ada 69 kasus positif Corona. Dari 69 kasus ini, total ada 4 orang yang telah meninggal dunia. Sebaliknya, ada 5 orang yang dinyatakan sembuh.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Politik, DKI Jakarta

wwwwww