Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
14 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
15 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
14 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
5
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
13 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
14 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Harapan Aboebakar Alhabsyi pada Ketua MA Baru

Harapan Aboebakar Alhabsyi pada Ketua MA Baru
Anggota Komisi III DPR RI/Ketua MKD DPR RI, Aboebakar Alhabsyi. (Foto: Dok. Pribadi)
Kamis, 09 April 2020 13:54 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Aboebakar Alhabsyi mengucapkan selamat atas terpilihnya Wakil Ketua MA bidang Yudisial, Syarifuddin, SH., MH sebagai Ketua MA untuk periode 2020-2025. Syafrudin yang juga pernah menjabat Ketua Muda MA bidang Pengawasan, dinilai mumpuni memimpin MA saat ini.

Sejumlah beban tanggungjawab bagi Ketua MA baru, dan etak biru pembaharuan Peradilan 2035, diminta Aboebakar harus terus diimplementasikan dengan baik.

MA, kata Aboebakar dalam keterangannya, Kamis (9/4/2020), juga "perlu berkolaborasi dengan KY untuk mereformasi peradilan,".

"Tentunya juga tidak meninggalkan Kejaksaan Agung sebagai mitra penanganan perkara pidana. Profesionalisme dan efisiensi adalah kunci utama dalam pembenahan MA kedepan. Hal ini harus terus diupayakan untuk menuju MA yang lebih baik," kata Aboebakar.

Selain itu, lanjut Aboebakar, MA perlu memperbaiki tata kelola pengangkatan Advokat. Kebijakan yang dikeluarkan MA terkait dengan Advokat akan mempengaruhi kualitas pengacara di Indonesia.

"Selain itu juga berpengaruh pada perlindungan hukum untuk para pencari keadilan. Jika tata kelolanya buruk, maka para pencari keadilan akan mendapatkan advokat yang tidak berintegritas dan tanpa kualitas," kata dia.

Dalam jangka pendek, kata Aboebakar, Ketua MA punya PR besar, yaitu mengkondisikan Pengadilan dalam menghadapi Covid-19. "Saya banyak mendapat aspirasi dari para hakim. Mereka merasa menghadapi risiko besar ketika bersidang dan bertemu banyak orang dalam situasi pandemik Corona,".

"Perlu langkah strategis dari MA untuk menjaga keselamatan para hakim tersebut dari paparan virus Covid-19," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Politik, Hukum, Umum, GoNews Group

wwwwww