Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
15 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
12 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
16 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
14 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Harapan Aboebakar Alhabsyi pada Ketua MA Baru

Harapan Aboebakar Alhabsyi pada Ketua MA Baru
Anggota Komisi III DPR RI/Ketua MKD DPR RI, Aboebakar Alhabsyi. (Foto: Dok. Pribadi)
Kamis, 09 April 2020 13:54 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Aboebakar Alhabsyi mengucapkan selamat atas terpilihnya Wakil Ketua MA bidang Yudisial, Syarifuddin, SH., MH sebagai Ketua MA untuk periode 2020-2025. Syafrudin yang juga pernah menjabat Ketua Muda MA bidang Pengawasan, dinilai mumpuni memimpin MA saat ini.

Sejumlah beban tanggungjawab bagi Ketua MA baru, dan etak biru pembaharuan Peradilan 2035, diminta Aboebakar harus terus diimplementasikan dengan baik.

MA, kata Aboebakar dalam keterangannya, Kamis (9/4/2020), juga "perlu berkolaborasi dengan KY untuk mereformasi peradilan,".

"Tentunya juga tidak meninggalkan Kejaksaan Agung sebagai mitra penanganan perkara pidana. Profesionalisme dan efisiensi adalah kunci utama dalam pembenahan MA kedepan. Hal ini harus terus diupayakan untuk menuju MA yang lebih baik," kata Aboebakar.

Selain itu, lanjut Aboebakar, MA perlu memperbaiki tata kelola pengangkatan Advokat. Kebijakan yang dikeluarkan MA terkait dengan Advokat akan mempengaruhi kualitas pengacara di Indonesia.

"Selain itu juga berpengaruh pada perlindungan hukum untuk para pencari keadilan. Jika tata kelolanya buruk, maka para pencari keadilan akan mendapatkan advokat yang tidak berintegritas dan tanpa kualitas," kata dia.

Dalam jangka pendek, kata Aboebakar, Ketua MA punya PR besar, yaitu mengkondisikan Pengadilan dalam menghadapi Covid-19. "Saya banyak mendapat aspirasi dari para hakim. Mereka merasa menghadapi risiko besar ketika bersidang dan bertemu banyak orang dalam situasi pandemik Corona,".

"Perlu langkah strategis dari MA untuk menjaga keselamatan para hakim tersebut dari paparan virus Covid-19," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Beladiri, PON, Badminton
wwwwww