Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Soal Penundaan, Nabul: Semua Aspek Dirugikan

Soal Penundaan, Nabul: Semua Aspek Dirugikan
Jum'at, 17 April 2020 23:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SAMARINDA - Borneo FC mengalami kerugian akibat penghentian Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020 terkait pandemi virus Corona atau Covid 19. Kedatangan wabah mematikan tersebut dianggap tidak tepat lantaran performa Pesut Etam tengah menanjak.

Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin menuturkan, akibat penghentian kompetisi membuat program yang telah disusun jadi runyam. Baik di lapangan maupun secara operasional klub.

"Ya semua aspek dirugikan. Tapi kami tidak saling menyalahkan walau virus datang di waktu yang tak tepat," jelas Nabil.

PSSI selaku induk organisasi sepak bola tertinggi Tanah Air menghentikan liga dengan status force majeure. Situasi ini membuat klub membubarkan pemain serta melakukan pemotongan gaji.

Wajar jika Nabil menganggap penghentian kompetisi merugikan. Sebab Sultan Samma cs berada di jalur positif dengan memetik enam poin di tiga laga terakhir.

Tim kebanggaan Urang Samarinda ini menduduki peringkat ketiga. Satu angka di belakang dari Bali United dan tertinggal tiga poin dari Persib Bandung di puncak klasemen.

"Soal sepakbola ya kami selalu pantau. Bisa dibilang Borneo FC memang lagi bagus-bagusnya. Hanya karena situasi merubah segalanya," keluhnya.

Nabil berharap wabah segera pergi. Sebagai pemangku jabatan tertinggi klub, dia ingin industri sepak bola Tanah Air kembali hidup. "Ya banyak sekali yang bergantung hidup dari sepakbola. Semoga musibah ini lekas berakhir agar berkegiatan normal lagi. insya Allah," pungkasnya. ***

wwwwww